Rusia Usir Diplomat Inggris karena Jadi Mata-mata
Selasa, 31 Maret 2026 - 10:08 WIB
loading...
Rusia mengusir diplomat Inggris atas tuduhan bekerja sebagai mata-mata. Foto/Sergei Vedyashkin/Moskva News Agency
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia mengumumkan pada hari Senin bahwa Moskow telah mengusir seorang diplomat Inggris atas tuduhan bekerja sebagai mata-mata. Namun, London menolak tuduhan itu sebagai "omong kosong belaka".
Moskow dan London masing-masing telah mengusir beberapa staf kedutaan selama dekade terakhir, saling tuding melakukan spionase. Pengusiran dari satu pihak biasanya diikuti oleh balasan setimpal dari pihak lain.
Baca Juga: Tak Cuma Intelijen, Rusia Juga Bantu Iran dengan Taktik Drone Canggih untuk Hajar AS dan Israel
"Diplomat tersebut diusir karena terlibat dalam aktivitas intelijen subversif yang mengancam keamanan Rusia," kata Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia, yang dilansir AFP, Selasa (31/3/2026).
Diplomat tersebut, kata FSB, diperintahkan untuk meninggalkan Rusia dalam waktu dua minggu.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan telah memanggil kuasa usaha Inggris terkait insiden tersebut dan memperingatkan London untuk tidak membalas.
Sementara itu, Inggris menuduh balik Rusia telah melancarkan kampanye penindasan yang semakin agresif dan terkoordinasi.
“Tuduhan yang dilayangkan Rusia hari ini terhadap diplomat kami adalah omong kosong belaka,” kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.
"Rusia menyebarkan tuduhan jahat dan sama sekali tidak berdasar tentang pekerjaan mereka," lanjut dia.
“Inggris tidak mentoleransi intimidasi terhadap staf Kedutaan Inggris dan keluarga mereka,” imbuh dia.
Sebelumnya, Rusia mengumumkan pengusiran seorang diplomat Inggris pada bulan Januari, yang mendorong Inggris untuk mencabut akreditasi seorang diplomat Rusia bulan lalu.
Hubungan antara London dan Moskow, yang saat ini berada pada titik terendah karena perang Ukraina, telah tegang akibat tuduhan spionase selama beberapa dekade.
Pada tahun 2006, mantan perwira FSB yang membelot, Alexander Litvinenko, tewas di London. Menurut penyelidik Inggris, Litvinenko tewas setelah diracuni dengan polonium oleh dinas rahasia Rusia.
Pada tahun 2018, Inggris mengatakan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, diracuni dengan agen saraf Novichok di kota katedral Inggris, Salisbury.
Seorang warga sipil tewas setelah memegang alat pengiriman, yaitu botol parfum bekas, yang memicu pengusiran diplomat Rusia terbesar di Barat dalam beberapa dekade terakhir yang diduga sebagai mata-mata.
Moskow dan London masing-masing telah mengusir beberapa staf kedutaan selama dekade terakhir, saling tuding melakukan spionase. Pengusiran dari satu pihak biasanya diikuti oleh balasan setimpal dari pihak lain.
Baca Juga: Tak Cuma Intelijen, Rusia Juga Bantu Iran dengan Taktik Drone Canggih untuk Hajar AS dan Israel
"Diplomat tersebut diusir karena terlibat dalam aktivitas intelijen subversif yang mengancam keamanan Rusia," kata Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia, yang dilansir AFP, Selasa (31/3/2026).
Diplomat tersebut, kata FSB, diperintahkan untuk meninggalkan Rusia dalam waktu dua minggu.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan telah memanggil kuasa usaha Inggris terkait insiden tersebut dan memperingatkan London untuk tidak membalas.
Sementara itu, Inggris menuduh balik Rusia telah melancarkan kampanye penindasan yang semakin agresif dan terkoordinasi.
“Tuduhan yang dilayangkan Rusia hari ini terhadap diplomat kami adalah omong kosong belaka,” kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.
"Rusia menyebarkan tuduhan jahat dan sama sekali tidak berdasar tentang pekerjaan mereka," lanjut dia.
“Inggris tidak mentoleransi intimidasi terhadap staf Kedutaan Inggris dan keluarga mereka,” imbuh dia.
Sebelumnya, Rusia mengumumkan pengusiran seorang diplomat Inggris pada bulan Januari, yang mendorong Inggris untuk mencabut akreditasi seorang diplomat Rusia bulan lalu.
Hubungan antara London dan Moskow, yang saat ini berada pada titik terendah karena perang Ukraina, telah tegang akibat tuduhan spionase selama beberapa dekade.
Pada tahun 2006, mantan perwira FSB yang membelot, Alexander Litvinenko, tewas di London. Menurut penyelidik Inggris, Litvinenko tewas setelah diracuni dengan polonium oleh dinas rahasia Rusia.
Pada tahun 2018, Inggris mengatakan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, diracuni dengan agen saraf Novichok di kota katedral Inggris, Salisbury.
Seorang warga sipil tewas setelah memegang alat pengiriman, yaitu botol parfum bekas, yang memicu pengusiran diplomat Rusia terbesar di Barat dalam beberapa dekade terakhir yang diduga sebagai mata-mata.
(mas)
Lihat Juga :