Ekspor Kuat, Konsumsi Lemah: Dilema Baru Ekonomi China

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:17 WIB
loading...
A A A
Kenaikan manfaat minimum pada salah satu program pensiun utama, misalnya, dipertahankan pada tingkat yang sama seperti tahun lalu.

Langkah tersebut tidak memenuhi ekspektasi sebagian ekonom yang berharap adanya kenaikan signifikan guna mengurangi kecenderungan masyarakat menabung secara berlebihan dan mendorong belanja.

Selain itu, pemerintah juga memangkas subsidi untuk program tukar tambah barang konsumsi menjadi 250 miliar yuan (sekitar USD36,3 miliar) dari 300 miliar yuan tahun lalu.

Menjelang rilis data ekonomi, Asosiasi Produsen Mobil China melaporkan penjualan mobil turun sekitar 15% pada Februari.

Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi oleh pengurangan subsidi program tukar tambah serta berkurangnya insentif pajak untuk beberapa kendaraan energi baru.

Tanpa dukungan kebijakan tambahan yang signifikan, sejumlah analis memperkirakan pertumbuhan konsumsi dapat semakin melemah.

Analis Bloomberg Intelligence yang dipimpin Catherine Lim memperingatkan bahwa pertumbuhan penjualan ritel China bisa melambat hingga 1,7% tahun ini, yang akan menjadi titik terendah sejak pandemi.

Sebagai perbandingan, konsensus ekonom saat ini memperkirakan pertumbuhan sekitar 4% sepanjang 2026.

Ekonom Pantheon Macroeconomics menilai kinerja ekspor yang masih kuat justru mengurangi tekanan jangka pendek bagi pemerintah untuk segera meningkatkan stimulus konsumsi.

“Kinerja ekspor China yang kuat dalam dua bulan pertama tahun ini mengurangi tekanan bagi pembuat kebijakan untuk segera meningkatkan permintaan domestik,” tulis ekonom Pantheon, termasuk Duncan Wrigley, dalam sebuah catatan riset.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved