Ekspor Kuat, Konsumsi Lemah: Dilema Baru Ekonomi China

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:17 WIB
loading...
A A A
“Namun, kemungkinan diperlukan waktu sebelum data menunjukkan ekonomi mulai pulih,” ujarnya.

Sejauh ini, pemerintah China belum memberikan sinyal perubahan kebijakan besar meskipun situasi geopolitik global mengalami perubahan cepat.

Pekan lalu, pemerintah China juga mengumumkan target ekonomi tahunan yang kemungkinan telah dirancang beberapa bulan sebelumnya, sebelum meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Target Pertumbuhan Lebih Rendah


Dalam rencana ekonomi tahun ini, Beijing menurunkan target pertumbuhan menjadi sekitar 4,5% hingga 5%.

Target tersebut menjadi yang paling rendah sejak 1991, meskipun ukuran ekonomi China kini jauh lebih besar dibandingkan tiga dekade lalu.

Pemerintah juga sedikit mengurangi rencana stimulus fiskal.

Langkah itu dinilai mencerminkan upaya Beijing untuk menekan investasi yang tidak produktif sekaligus mengendalikan tingkat utang yang sudah tinggi.

Para ekonom menilai pemerintah China menghadapi dilema antara mempertahankan pertumbuhan ekspor dan memperbaiki permintaan domestik.

“Beijing membutuhkan pertumbuhan ekspor untuk mengimbangi pasar properti yang sedang jatuh,” tulis ekonom Nomura yang dipimpin Ting Lu.

“Namun ketidakseimbangan perdagangan yang sangat besar kemungkinan tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Ini adalah dilema yang harus diselesaikan Beijing,” paparnya.

Kebijakan Konsumsi Dinilai Masih Terbatas


Pemerintah China sejauh ini belum mengumumkan kebijakan baru yang signifikan untuk mendorong konsumsi rumah tangga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved