Polisi Korsel Gerebek Markas Badan Intelijen, Imbas Drone Ditembak Jatuh di Korut
Selasa, 10 Februari 2026 - 14:09 WIB
loading...
Polisi gerebek markas badan intelijen Korea Selatan sebagai penyelidikan atas manuver drone yang menyeberang ke Korea Utara dan ditembak jatuh pasukan Pyongyang. Foto/X @bnaenglish
A
A
A
SEOUL - Pasukan polisi Korea Selatan (Korsel) menggerebek markas badan intelijen negara itu pada hari Selasa (10/2/2026) saat mereka menyelidiki bagaimana sebuah drone diterbangkan melintasi perbatasan dan ditembak jatuh di Korea Utara (Korut).
Pyongyang menuduh Seoul menerbangkan drone ke Kaesong awal tahun ini, merilis gambar yang diduga menunjukkan puing-puing dari pesawat nirawak yang jatuh tersebut.
Baca Juga: Korea Utara Tembak Jatuh Drone Pengintai Korea Selatan setelah Langgar Wilayah Sejauh 8 Km
Korea Selatan awalnya membantah keterlibatan pemerintah, dan menduga warga sipil mungkin bertanggung jawab.
Namun, polisi mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki tiga tentara aktif dan satu karyawan badan intelijen yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
"Surat perintah penggeledahan dan penyitaan telah dilaksanakan di total 18 lokasi, termasuk Komando Intelijen Pertahanan dan Dinas Intelijen Nasional," kata polisi dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.
Tiga warga sipil telah didakwa atas dugaan peran mereka dalam skandal drone tersebut.
Salah satu dari mereka secara terbuka mengaku bertanggung jawab, mengatakan bahwa dia bertindak untuk mendeteksi tingkat radiasi dari fasilitas pengolahan uranium Pyongsan di Korea Utara.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya mengatakan bahwa menerbangkan drone ke Korea Utara sama dengan "menembakkan peluru" melintasi perbatasan.
Mantan presiden Yoon Suk Yeol saat ini sedang diadili atas tuduhan bahwa dia secara ilegal mengirimkan drone ke Korea Utara untuk membantu menciptakan dalih guna mendeklarasikan darurat militer pada akhir tahun 2024.
Upayanya untuk menggulingkan pemerintahan sipil gagal, dan Yoon dimakzulkan dan dicopot dari jabatannya pada April tahun lalu.
Pyongyang menuduh Seoul menerbangkan drone ke Kaesong awal tahun ini, merilis gambar yang diduga menunjukkan puing-puing dari pesawat nirawak yang jatuh tersebut.
Baca Juga: Korea Utara Tembak Jatuh Drone Pengintai Korea Selatan setelah Langgar Wilayah Sejauh 8 Km
Korea Selatan awalnya membantah keterlibatan pemerintah, dan menduga warga sipil mungkin bertanggung jawab.
Namun, polisi mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki tiga tentara aktif dan satu karyawan badan intelijen yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
"Surat perintah penggeledahan dan penyitaan telah dilaksanakan di total 18 lokasi, termasuk Komando Intelijen Pertahanan dan Dinas Intelijen Nasional," kata polisi dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.
Tiga warga sipil telah didakwa atas dugaan peran mereka dalam skandal drone tersebut.
Salah satu dari mereka secara terbuka mengaku bertanggung jawab, mengatakan bahwa dia bertindak untuk mendeteksi tingkat radiasi dari fasilitas pengolahan uranium Pyongsan di Korea Utara.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya mengatakan bahwa menerbangkan drone ke Korea Utara sama dengan "menembakkan peluru" melintasi perbatasan.
Mantan presiden Yoon Suk Yeol saat ini sedang diadili atas tuduhan bahwa dia secara ilegal mengirimkan drone ke Korea Utara untuk membantu menciptakan dalih guna mendeklarasikan darurat militer pada akhir tahun 2024.
Upayanya untuk menggulingkan pemerintahan sipil gagal, dan Yoon dimakzulkan dan dicopot dari jabatannya pada April tahun lalu.
(mas)
Lihat Juga :