AS Paksa Rusia dan Ukraina Akhiri Perang pada Juni

Sabtu, 07 Februari 2026 - 22:29 WIB
loading...
A A A
Di Kyiv, warga sekali lagi berlindung di stasiun metro. Di antara mereka, Oksana Kykhtenko, mengatakan kepada kantor berita Reuters: "Mereka [Rusia] membuat kami hidup dalam kondisi yang tidak manusiawi." "Tanpa pemanas, tanpa listrik."

Serangan drone di kota Yahotyn, sekitar 10 km (62 mil) jauhnya, menyebabkan kebakaran di kompleks gudang, kata layanan darurat Ukraina.

Ukraina juga menyerang Rusia, menghantam sebuah pabrik yang memproduksi komponen bahan bakar rudal di wilayah Tver barat, menurut laporan media yang mengutip pejabat keamanan Ukraina.

Lebih jauh ke selatan, di wilayah Saratov, sebuah depot minyak juga terkena serangan, kata Ukraina.

Rusia belum berkomentar tentang serangan terbaru ini.
Serangan udara kembali dilancarkan Moskow terhadap infrastruktur energi Ukraina pada hari Senin setelah jeda yang diminta Presiden AS Donald Trump kepada Vladimir Putin karena cuaca dingin yang ekstrem di Ukraina. Trump mengatakan jeda tersebut berlangsung selama seminggu hingga Minggu lalu, tetapi Kyiv membantah jangka waktu tersebut.

DTEK mengatakan serangan gabungan rudal dan drone menyebabkan "pukulan paling dahsyat" terhadap infrastruktur sejauh tahun ini.

"Moskow harus dilucuti kemampuannya untuk menggunakan cuaca dingin sebagai alat tawar-menawar terhadap Ukraina," tulis Zelensky di X pada hari Sabtu, menanggapi serangan terbaru tersebut.

Rusia juga menuduh Kyiv tidak serius dalam mengamankan perdamaian abadi. Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov pada hari Jumat menyalahkan Ukraina atas penembakan seorang jenderal berpangkat tinggi di militer Rusia, mengatakan bahwa itu bertujuan untuk "mengganggu proses negosiasi".

Belum diketahui siapa yang berada di balik penembakan tersebut.

Sekitar 55.000 tentara Ukraina telah tewas sejak Rusia melancarkan invasi skala penuhnya pada Februari 2022, kata Zelensky awal pekan ini. BBC telah mengkonfirmasi nama-nama hampir 160.000 orang yang tewas dalam pertempuran di pihak Rusia di Ukraina.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved