4 Jenderal Rusia yang Jadi Target dalam 15 Bulan Terakhir
Sabtu, 07 Februari 2026 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
Jenderal tersebut adalah kepala Direktorat Pelatihan Operasional Staf Umum Rusia.
“Para penyidik sedang menyelidiki berbagai teori terkait pembunuhan tersebut. Salah satunya adalah bahwa kejahatan itu diatur oleh badan intelijen Ukraina,” kata juru bicara Komite Investigasi Rusia, Svetlana Petrenko, saat mengumumkan kematian jenderal Rusia tersebut, sementara juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menggambarkan insiden itu sebagai “pembunuhan yang mengerikan.”
Ukraina belum mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Sarvarov.
Baca Juga: Unggah Video Keluarga Obama sebagai Kera, Trump Tak Mau Minta Maaf
Komite Investigasi mengatakan ledakan yang menewaskan Moskalik, yang menjabat sebagai wakil kepala Direktorat Operasi Utama Staf Umum, disebabkan oleh alat peledak improvisasi (IED) yang berisi pecahan peluru.
Sehari kemudian, Dinas Keamanan Federal (FSB) mengumumkan penangkapan seorang warga negara Rusia, Ignat Kuzin, yang dituduh menanam bahan peledak yang menewaskan Moskalik.
Sementara itu, pada 27 April, Petrenko mengatakan Kuzin mengakui telah direkrut oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dengan janji uang sebesar $18.000.
Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan di Moskow pada November tahun lalu dan didakwa berdasarkan beberapa pasal dalam hukum pidana negara tersebut. Ia juga didenda 2 juta rubel Rusia (sekitar $26.000).
“Para penyidik sedang menyelidiki berbagai teori terkait pembunuhan tersebut. Salah satunya adalah bahwa kejahatan itu diatur oleh badan intelijen Ukraina,” kata juru bicara Komite Investigasi Rusia, Svetlana Petrenko, saat mengumumkan kematian jenderal Rusia tersebut, sementara juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menggambarkan insiden itu sebagai “pembunuhan yang mengerikan.”
Ukraina belum mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Sarvarov.
Baca Juga: Unggah Video Keluarga Obama sebagai Kera, Trump Tak Mau Minta Maaf
3. Letnan Jenderal Yaroslav Moskalik (25 April 2025)
Upaya pembunuhan lain yang menargetkan seorang jenderal Rusia terjadi pada 25 April tahun lalu, ketika Letnan Jenderal Yaroslav Moskalik tewas dalam ledakan mobil di kota Balashikha di wilayah Moskow.Komite Investigasi mengatakan ledakan yang menewaskan Moskalik, yang menjabat sebagai wakil kepala Direktorat Operasi Utama Staf Umum, disebabkan oleh alat peledak improvisasi (IED) yang berisi pecahan peluru.
Sehari kemudian, Dinas Keamanan Federal (FSB) mengumumkan penangkapan seorang warga negara Rusia, Ignat Kuzin, yang dituduh menanam bahan peledak yang menewaskan Moskalik.
Sementara itu, pada 27 April, Petrenko mengatakan Kuzin mengakui telah direkrut oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dengan janji uang sebesar $18.000.
Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan di Moskow pada November tahun lalu dan didakwa berdasarkan beberapa pasal dalam hukum pidana negara tersebut. Ia juga didenda 2 juta rubel Rusia (sekitar $26.000).
Lihat Juga :