Unggah Video Keluarga Obama sebagai Kera, Trump Tak Mau Minta Maaf

Sabtu, 07 Februari 2026 - 14:12 WIB
loading...
Unggah Video Keluarga...
Presiden AS Donald Trump unggah video keliuarga Obama sebagai kera. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump menolak untuk meminta maaf setelah mengunggah dan kemudian menghapus video rasis yang menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama sebagai kera di hutan. Dia bersikeras bahwa ia belum melihat bingkai terakhir yang berisi konten ofensif tersebut dan menyalahkan seorang staf atas kesalahan tersebut.

Penjelasan tersebut, yang diberikan kepada wartawan di Air Force One, adalah pengakuan pertama bahwa Trump sendiri telah menayangkan setidaknya sebagian dari video yang telah membuat Gedung Putih berada dalam msengaja.

Video tersebut diunggah pada Kamis malam — dan tetap online selama hampir 12 jam — sebelum Gedung Putih menghapusnya di ode pengendalian kerusakan hampir sepanjang hari. Gedung Putih sebelumnya mengatakan, setelah video tersebut dihapus, bahwa seorang staf telah mengunggahnya secara tidak tengah kemarahan bipartisan, termasuk dari sekutu dekat Trump. Namun, presiden bersikeras pada Jumat malam bahwa video tersebut dihapus "segera setelah kami mengetahuinya."

“Saya melihat bagian awalnya. Baik-baik saja,” katanya, merujuk pada bagian pertama video yang berisi klaim yang telah dibantah tentang kecurangan dalam mesin pemungutan suara.

“Itu adalah unggahan yang sangat kuat terkait kecurangan pemilu,” lanjutnya, dilansir CNN. “Tidak ada yang tahu bahwa itu ada di bagian akhir. Jika mereka melihatnya, mereka akan melihatnya, dan mungkin mereka akan cukup bijaksana untuk menghapusnya.”



Trump mengatakan setelah menonton bagian pertama video tersebut, ia meneruskannya kepada seorang staf, yang menurutnya seharusnya menontonnya sampai akhir.

“Seseorang lalai dan melewatkan bagian yang sangat kecil,” katanya.

Namun ketika ditanya secara langsung apakah ia akan meminta maaf di tengah seruan Partai Republik untuk melakukannya, ia menolak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Trump Tak Khianati Ukraina...
Trump Tak Khianati Ukraina dalam Perang Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved