Persaingan Vaksin Covid-19 Antanegara Adidaya Makin Sengit
Kamis, 17 September 2020 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
BSL-3 merupakan fasilitas tingkat tinggi yang melibatkan mikroba berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit mematikan hanya dengan mengirupnya, seperti SARS dan MERS. Biasanya, BSL-3 tidak hanya disematkan pada pabrik vaksin, tapi juga fasilitas serupa lainnya mulai dari penelitian, diagnosis, ataupun klinis. (Baca juga: Kasus Corona Terus Meningkat, Penerapan PSBB Dinilai Pilihan Tepat)
Fourth Construction Co., Ltd. of China Electronics System Enginering merupakan satu dari beberapa perusahaan yang membangun pabrik vaksin tersebut. Perusahaan yang berkantor pusat di Hebei itu lebih fokus pada pembangunan struktur, rancangan baja, rancangan air conditioner (AC), sistem air, dan udara.
Pada April, Sinovac Biotech Ltd yang juga berasal dari China memulai pengujian klinis vaksin Covid-19. Mereka menyatakan berencana membangun pabrik baru tahun ini setelah memperoleh dana pinjaman dan lahan. Seperti dilansir Reuters, Sinovac telah berharap bisa memproduksi ratusan juta vaksin per tahun.
“Jika pengembangan vaksin itu tidak berhasil, bangunan ini dapat digunakan untuk memproduksi vaksin yang lain,” ungkap Sinovac. Sinovas telah berhasil membebaskan lahan seluas lebih dari 70.000 meter di distrik Daxing, Beijing. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada delapan kandidat vaksin.
Ilmuwan di seluruh dunia telah berlomba untuk mengembangkan vaksin Covid-19 , baik yang bekerja di perusahaan farmasi Asia, Eropa, ataupun Amerika. Penelitian terhadap anti-Covid-19 itu juga didukung pemerintah dan investor yang menggelontorkan dana hingga ratusan juta dolar AS.
Komisi Eropa yang meminta bantuan perusahaan bioteknologi asal Jerman, CureVac, menanamkan modal hingga 80 juta euro untuk mendukung penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, berharap vaksin itu akan dapat tersedia tahun ini, namun hal itu tidak mudah. (Baca juga: Tim Repsol Honda Suram Tanpa Marquez)
Fourth Construction Co., Ltd. of China Electronics System Enginering merupakan satu dari beberapa perusahaan yang membangun pabrik vaksin tersebut. Perusahaan yang berkantor pusat di Hebei itu lebih fokus pada pembangunan struktur, rancangan baja, rancangan air conditioner (AC), sistem air, dan udara.
Pada April, Sinovac Biotech Ltd yang juga berasal dari China memulai pengujian klinis vaksin Covid-19. Mereka menyatakan berencana membangun pabrik baru tahun ini setelah memperoleh dana pinjaman dan lahan. Seperti dilansir Reuters, Sinovac telah berharap bisa memproduksi ratusan juta vaksin per tahun.
“Jika pengembangan vaksin itu tidak berhasil, bangunan ini dapat digunakan untuk memproduksi vaksin yang lain,” ungkap Sinovac. Sinovas telah berhasil membebaskan lahan seluas lebih dari 70.000 meter di distrik Daxing, Beijing. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada delapan kandidat vaksin.
Ilmuwan di seluruh dunia telah berlomba untuk mengembangkan vaksin Covid-19 , baik yang bekerja di perusahaan farmasi Asia, Eropa, ataupun Amerika. Penelitian terhadap anti-Covid-19 itu juga didukung pemerintah dan investor yang menggelontorkan dana hingga ratusan juta dolar AS.
Komisi Eropa yang meminta bantuan perusahaan bioteknologi asal Jerman, CureVac, menanamkan modal hingga 80 juta euro untuk mendukung penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, berharap vaksin itu akan dapat tersedia tahun ini, namun hal itu tidak mudah. (Baca juga: Tim Repsol Honda Suram Tanpa Marquez)
Lihat Juga :