Persaingan Vaksin Covid-19 Antanegara Adidaya Makin Sengit

Kamis, 17 September 2020 - 11:15 WIB
loading...
A A A
WHO memprediksi penelitian dan pengembangan vaksin setidaknya membutuhkan waktu 18 bulan sebelum bisa digunakan di dalam tubuh manusia. Sebelumnya, CureVac diisukan menerima penawaran eksklusif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, tapi isu itu dibantah.

Ilmuwan AS juga mulai mengembangkan vaksin. Institut Penyakit Menular dan Alergi Nasional AS (NIAID) dilaporkan akan melakukan uji coba vaksin tersebut terhadap 45 orang sehat dalam enam pekan ke depan. Setiap partisipan akan mendapatkan dua kali suntikan dengan dosis yang beragam dan waktu berbeda.

Uji coba itu merupakan bagian dari studi pengembangan vaksin Covid-19 untuk mengetahui bagaimana sistem imun akan bereaksi, sekaligus mengetahui keamanannya. Jika terbukti bekerja efektif, para ilmuwan akan melanjutkannya dan mungkin melakukan berbagai uji coba lainnya dalam beberapa bulan ke depan.

“Menemukan vaksin yang efektif dan aman untuk mencegah penularan Covid-19 merupakan prioritas kami,” kata Direktur NIAID Dr. Anthony Fauci dalam keterangan pers dikutip CNN. “Studi fase 1 ini merupakan langkah yang penting untuk dapat mencapai target tersebut mengingat wabah Covid-19 kian meluas," katanya. (Lihat videonya: Marion Jola Bikin Heboh karena Bra, Gisella Menyesal Bercerai)

Pengembangan vaksin tersebut digarap Kaiser Permanente Washington Health Research Institute dan didanai NIAID di Seattle, Washington, AS. Menurut NIAID, vaksin itu menggunakan material genetik yang dikenal di kalangan pakar sebagai RNA dan dikembangkan ilmuwan NIAD dan Moderna beberapa tahun lalu.

Studi ini bisa berlangsung lebih cepat mengingat struktur genetik Covid-19 mirip dengan virus SARS. Selain itu, NIAID sudah berpengalaman mengamati virus corona lainnya, seperti MERS. Namun, sama seperti virus HIV, sampai sekarang vaksin untuk menangkal virus tersebut belum ada yang bekerja efektif. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Ketika Raja Charles...
Ketika Raja Charles Terkagum-kagum dengan Masjid Cambridge: Saya Sangat Terkesan!
Rekomendasi
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Tak Ada Persiapan Khusus,...
Tak Ada Persiapan Khusus, Ruben Onsu Datang Santai ke Sidang Mediasi
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
Berita Terkini
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved