Xi Jinping dan Krisis Komando PLA: Kasus Zhang Youxia Ungkap Konflik Internal China

Kamis, 29 Januari 2026 - 08:19 WIB
loading...
A A A
Dampak dari “pemenggalan” ini sangat serius. CMC kini menjadi yang terkecil sepanjang sejarahnya. Dengan potensi pencopotan Zhang dan Liu Zhenli, serta pencopotan yang telah diumumkan terhadap He Weidong dan Miao Hua, dewan militer tertinggi itu praktis terkosongkan.

Lebih jauh, pembersihan ini menciptakan kekosongan pengalaman. Dari 81 jenderal yang dipromosikan Xi di PLA sejak Oktober 2022, setidaknya 14 telah disingkirkan dan 23 lainnya seakan menghilang.

“Kondisi ini memunculkan apa yang disebut sebagai masalah ‘Jenderal Schrodinger', di mana para perwira yang secara teknis masih menjabat tidak lagi tampil di ruang publik atau lumpuh oleh ketakutan akan menjadi target berikutnya,” ujar Saxena.

Situasi tersebut, ditambah dengan pergantian cepat para komandan di Teater Utara, Selatan, dan Tengah, serta di matra Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Pasukan Roket PLA, berpotensi menurunkan moral dan stabilitas rantai komando.

Harimau dan Naga


Saxena mengatakan jaringan luas Zhang juga kemungkinan akan ikut disorot. Pejabat seperti Komandan Teater Utara Huang Ming dan Komandan Teater Selatan Wu Yanan, yang memiliki irisan karier dengan Zhang di bekas Wilayah Militer Shenyang, kini diyakini berada dalam posisi waspada.

Pejabat lain seperti Fan Yonxiang, Direktur Kantor Umum CMC, juga pernah bekerja bersama Zhang saat Zhang memimpin Departemen Persenjataan Umum PLA pada 2015. Saxena menyebut jaringan-jaringan ini layak diselidiki lebih jauh, namun pilihan Xi pada akhirnya mengerucut pada dua opsi: menyingkirkan siapa pun yang pernah berada di bawah patronase Zhang, atau mempertahankan personel berpengalaman demi menjaga kapasitas tempur militer.

Menjelang penyelenggaraan “Dua Sidang” pada Maret mendatang, Beijing kemungkinan akan mengumumkan sejumlah penunjukan baru, dan struktur kekuasaan akan dibangun kembali dari para loyalis pilihan Xi sendiri. Namun, nama-nama baru tidak dapat menutupi kenyataan bahwa ambisi PLA untuk menjadi militer kelas dunia dalam beberapa tahun ke depan akan menghadapi hambatan jangka pendek.

Xi kini memimpin komando tinggi yang diliputi paranoia, di mana perencanaan perang kerap kalah prioritas dibandingkan upaya bertahan secara politik. Manuver udara di sekitar Taiwan atau gesekan dengan Filipina di Laut China Selatan kemungkinan tetap berlanjut.

“Namun, setelah mengurung para ‘harimau', Xi kini harus berharap bahwa dia tidak sekaligus mencabut taring ‘sang naga',” pungkas Saxena.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved