Perundingan Damai Rusia-Ukraina Buntu Tanpa Terobosan, Apa Pemicunya?
Minggu, 25 Januari 2026 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun Rusia menguasai seluruh Luhansk, Presiden Rusia Vladimir Putin menginginkan Ukraina untuk menyerahkan 20 persen wilayah yang masih dikuasainya di Donetsk.
Melaporkan dari Kyiv, Audrey MacAlpine dari Al Jazeera mengatakan: “Kami… tahu bahwa mereka seharusnya membahas apa yang harus dilakukan tentang wilayah yang diperebutkan di Donbas dan juga tentang kemungkinan gencatan senjata pada infrastruktur energi Ukraina.”
Pada malam hari kedua pembicaraan, Rusia menargetkan infrastruktur energi Ukraina, memutus aliran listrik sekitar 1,2 juta orang dalam suhu di bawah nol derajat, menurut Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksii Kuleba.
Baca Juga: Tak Mau Bernasib seperti Venezuela, Kuba Gelar Latihan Perang
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan serangan pesawat tak berawak di Kyiv menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.
Kepala wilayah Kharkiv, Oleh Syniehubov, mengatakan bahwa serangan pesawat tak berawak di kota terbesar kedua Ukraina itu melukai 27 orang.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, yang tidak hadir dalam pembicaraan tersebut, menuduh Putin bertindak "sinis". "Rudalnya tidak hanya mengenai rakyat kami, tetapi juga meja perundingan," katanya.
Melaporkan dari Kyiv, Audrey MacAlpine dari Al Jazeera mengatakan: “Kami… tahu bahwa mereka seharusnya membahas apa yang harus dilakukan tentang wilayah yang diperebutkan di Donbas dan juga tentang kemungkinan gencatan senjata pada infrastruktur energi Ukraina.”
Pada malam hari kedua pembicaraan, Rusia menargetkan infrastruktur energi Ukraina, memutus aliran listrik sekitar 1,2 juta orang dalam suhu di bawah nol derajat, menurut Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksii Kuleba.
Baca Juga: Tak Mau Bernasib seperti Venezuela, Kuba Gelar Latihan Perang
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan serangan pesawat tak berawak di Kyiv menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.
Kepala wilayah Kharkiv, Oleh Syniehubov, mengatakan bahwa serangan pesawat tak berawak di kota terbesar kedua Ukraina itu melukai 27 orang.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, yang tidak hadir dalam pembicaraan tersebut, menuduh Putin bertindak "sinis". "Rudalnya tidak hanya mengenai rakyat kami, tetapi juga meja perundingan," katanya.
Lihat Juga :