Mengejutkan, Milenial AS Percaya Kaum Yahudi Penyebab Holocaust

Rabu, 16 September 2020 - 22:34 WIB
loading...
Mengejutkan, Milenial...
Salah satu kamp holocaust, Auschwitz-Birkenau. Foto/The Times of Israel
A A A
WASHINGTON - Sebuah survei terbaru Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang tidak terduga. Hampir 11% dari generasimilenial AS percaya bahwa kaum Yahudi bertanggung jawab atas Holocaust .

Hasil survei ini muncul di tengah tren ketidaktahuan yang cukup luas terkait genosida yang dilakukan oleh Nazi Jerman.

Survei yang dilakukan 50 negara bagian tentang pengetahuan Holocaust di kalangan Milenial AS dan Gen Z dilakukan oleh organisasi Konferensi Klaim Material Yahudi Melawan Jerman.

Survei tersebut terdiri dari sekitar 1.000 wawancara nasional, dengan peserta dipilih secara acak, dan 200 wawancara lebih lanjut terhadap orang dewasa berusia 18 hingga 39 tahun di setiap negara bagian.

Para peneliti mengembangkan “skor pengetahuan” Holocaust berdasarkan tiga kriteria: apakah peserta telah mendengar tentang hal itu, apakah mereka dapat menyebutkan setidaknya satu kamp konsentrasi atau kematian, dan apakah mereka tahu bahwa enam juta orang Yahudi terbunuh.

Hasilnya mengejutkan penyelenggara, karena, misalnya, sekitar 19 persen warga New York yang disurvei merasa bahwa orang Yahudi menyebabkan Holocaust; diikuti oleh 16 persen di Louisiana, Tennessee, dan Montana serta 15 persen di Arizona, Connecticut, Georgia, Nevada dan New Mexico.

Sebanyak 59 persen responden percaya hal serupa bisa terjadi lagi.(Baca juga: Berdoa di Kamp Auschwitz, Ulama Saudi Dipuji Israel )

Sementara itu sekitar 63 persen dari semua responden tidak tahu bahwa enam juta orang Yahudi dibunuh, sementara 36 persen mengira bahwa dua juta atau kurang orang Yahudi dibunuh.

Sekitar 48 persen responden tidak dapat menyebutkan satu pun kamp konsentrasi atau ghetto Yahudi di Perang Dunia II.

Reaksi terhadap survei online adalah salah satu kekecewaan, dan banyak yang menyalahkan sistem pendidikan Amerika.

“Hasilnya mengejutkan sekaligus menyedihkan dan menggarisbawahi mengapa kita harus bertindak sekarang sementara korban selamat Holocaust masih bersama kita untuk menyuarakan cerita mereka,” kata Gideon Taylor, Presiden organisasi di balik penelitian tersebut seperti dilansir dari Russia Today, Rabu (16/9/2020).(Baca juga: Israel Marah Disebut Erdogan Lakukan Holocaust di Gaza ala Nazi )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved