Khamenei Tuding Trump Adalah Pelaku Utama Pembunuhan Ribuan Orang di Iran

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:54 WIB
loading...
A A A
Dalam unggahan media sosial berbahasa Farsi, Mossad mendorong para perusuh untuk “Turun bersama ke jalanan. Waktunya telah tiba,” menambahkan bahwa agen Mossad bersama para perusuh “tidak hanya dari kejauhan dan secara verbal. Kami bersama [mereka] di lapangan.”

Ayatollah Khamenei mencatat bahwa di masa lalu, ketika pemberontakan semacam ini terjadi di negara itu, biasanya media Amerika dan politisi kelas dua di Amerika Serikat dan Eropa yang ikut campur.

Baca Juga: 11 Fakta Menarik Islandia yang Disebut Akan Jadi Negara Bagian AS ke-52

Namun, kata pemimpin itu, “dalam pemberontakan baru-baru ini, ciri khasnya adalah Presiden Amerika Serikat sendiri ikut campur, membuat pernyataan, mendorong para perusuh, dan bahkan berbicara tentang memberikan dukungan militer.”

“Ini jelas menunjukkan bahwa kerusuhan baru-baru ini adalah pemberontakan yang dihasut Amerika. Amerika merencanakannya, dan berdasarkan pengalaman 50 tahun, saya menyatakan dengan tegas dan eksplisit bahwa tujuan Amerika adalah untuk melahap Iran,” tegasnya.

Pemimpin itu menekankan bahwa sejak awal Revolusi Islam, “dominasi Amerika telah dibongkar di bawah kepemimpinan Imam Khomeini, tetapi sejak hari pertama, Amerika Serikat telah berupaya untuk memulihkan hegemoni politik dan ekonominya atas Iran.”

Ia menambahkan bahwa tindakan-tindakan ini tidak terbatas pada pemerintahan AS saat ini; tindakan-tindakan tersebut mencerminkan kebijakan Amerika yang telah lama ada.

“Amerika Serikat tidak dapat mentolerir negara dengan karakteristik, kemampuan, luasnya wilayah, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti Iran,” kata Pemimpin Tertinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Berita Terkini
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved