5 Alasan Trump Tidak Menyerang Iran, dari Diplomasi Negara Arab hingga Ditolak Anggota NATO
Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
"Anda tahu pada bulan Juni, Anda menghancurkan fasilitas, mesin, tetapi teknologi tidak dapat dibom. Dan tekad juga tidak dapat dibom," kata Abbas Araghchi.
"Sekarang Iran telah membuktikan kesiapannya untuk bernegosiasi dan berdiplomasi... kami telah membuktikannya dalam 20 tahun terakhir, tetapi AS-lah yang selalu menghindari diplomasi, yang memutus diplomasi dan memilih perang. Pesan saya adalah antara perang dan diplomasi; diplomasi adalah jalan yang lebih baik... meskipun kami tidak mendapat respons positif dari AS. Namun tetap saja, diplomasi jauh lebih baik daripada perang," katanya.
"Kami menentang operasi militer terhadap Iran. Kami percaya masalah-masalah otentik Iran harus diselesaikan sendiri," kata Menteri Luar Negeri Hakan Fidan kepada wartawan di Istanbul.
Protes tersebut, yang menurut kelompok hak asasi manusia telah menewaskan sedikitnya 3.428 orang, telah menyebabkan ribuan orang turun ke jalan di seluruh penjuru Iran untuk menentang pemerintah yang memiliki toleransi rendah terhadap perbedaan pendapat.
Pemerintah Iran sudah berjuang melawan krisis ekonomi setelah bertahun-tahun dikenai sanksi dan pulih dari perang Juni melawan Israel.
Fidan menyerukan dialog untuk mengatasi krisis tersebut.
"Kami benar-benar ingin masalah diselesaikan melalui dialog," katanya.
"Semoga Amerika Serikat dan Iran akan menyelesaikan masalah ini di antara mereka sendiri - baik melalui mediator, aktor lain, atau dialog langsung. Kami mengikuti perkembangan ini dengan saksama."
4. Iran Mau Bernegosiasi
Menteri Luar Negeri Araghchi lebih lanjut mengatakan bahwa Iran selalu siap untuk bernegosiasi dan berdiplomasi, dan menuduh AS selalu menghindarinya."Sekarang Iran telah membuktikan kesiapannya untuk bernegosiasi dan berdiplomasi... kami telah membuktikannya dalam 20 tahun terakhir, tetapi AS-lah yang selalu menghindari diplomasi, yang memutus diplomasi dan memilih perang. Pesan saya adalah antara perang dan diplomasi; diplomasi adalah jalan yang lebih baik... meskipun kami tidak mendapat respons positif dari AS. Namun tetap saja, diplomasi jauh lebih baik daripada perang," katanya.
5. Anggota NATO Tolak Operasi Militer di Iran
Anggota NATO yakni Turki mengatakan pihaknya menentang operasi militer terhadap Iran, karena Presiden AS Donald Trump telah berulang kali berbicara tentang membantu rakyat Iran atas penindakan terhadap protes."Kami menentang operasi militer terhadap Iran. Kami percaya masalah-masalah otentik Iran harus diselesaikan sendiri," kata Menteri Luar Negeri Hakan Fidan kepada wartawan di Istanbul.
Protes tersebut, yang menurut kelompok hak asasi manusia telah menewaskan sedikitnya 3.428 orang, telah menyebabkan ribuan orang turun ke jalan di seluruh penjuru Iran untuk menentang pemerintah yang memiliki toleransi rendah terhadap perbedaan pendapat.
Pemerintah Iran sudah berjuang melawan krisis ekonomi setelah bertahun-tahun dikenai sanksi dan pulih dari perang Juni melawan Israel.
Fidan menyerukan dialog untuk mengatasi krisis tersebut.
"Kami benar-benar ingin masalah diselesaikan melalui dialog," katanya.
"Semoga Amerika Serikat dan Iran akan menyelesaikan masalah ini di antara mereka sendiri - baik melalui mediator, aktor lain, atau dialog langsung. Kami mengikuti perkembangan ini dengan saksama."
(ahm)
Lihat Juga :