Iran Sudah Sakit-sakitan, AS Justru Menampar dengan Rentetan Sanksi Baru

Jum'at, 16 Januari 2026 - 08:15 WIB
loading...
A A A
Protes, yang dipicu oleh kemarahan publik atas kesulitan ekonomi, inflasi, dan penindasan politik, telah menyebar ke berbagai provinsi di Iran. Pejabat AS mengatakan pasukan keamanan Iran telah menembakkan peluru tajam ke arah kerumunan dan bahkan menyerang demonstran yang terluka di rumah sakit. Dalam satu insiden di Provinsi Ilam, unsur-unsur Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) diduga menembakkan gas air mata dan peluru logam ke halaman rumah sakit dan menyerang pasien, anggota keluarga, dan petugas medis.

Selain Larijani, OFAC juga menunjuk komandan provinsi yang dituduh mengawasi tindakan keras yang penuh kekerasan, termasuk Mohammad Reza Hashemifar dan Nematollah Bagheri di Provinsi Lorestan, serta Azizollah Maleki dan Yadollah Buali di Provinsi Fars, tempat kota besar Shiraz berada. Departemen Keuangan AS mengatakan pasukan keamanan di daerah-daerah tersebut telah membunuh banyak demonstran dan, dalam beberapa kasus, menahan jenazah untuk memaksa keluarga memberikan kesaksian palsu di televisi pemerintah.

Namun rentetan sanksi tersebut jauh melampaui itu.

Dalam apa yang digambarkan oleh para pejabat Amerika sebagai pukulan besar bagi jalur keuangan vital Iran, OFAC juga menetapkan 18 individu dan entitas yang terkait dengan jaringan "perbankan bayangan" Iran—sistem rahasia yang menggunakan perusahaan fiktif dan lembaga pertukaran mata uang asing untuk memindahkan uang melalui sistem keuangan internasional meskipun ada sanksi yang berlaku.

"Jaringan-jaringan ini adalah sarana utama yang digunakan Iran untuk memfasilitasi perdagangan senilai puluhan miliar dolar setiap tahunnya," kata Departemen Keuangan Amerika, menambahkan bahwa dana tersebut secara rutin dialihkan dari masyarakat Iran dan digunakan untuk penindasan di dalam negeri dan kegiatan militan di luar negeri.

Dua bank besar yang terkait dengan negara, Bank Melli dan Shahr Bank, diidentifikasi sebagai pusat kegiatan ini. Menurut Departemen Keuangan Amerika, Bank Melli mengoperasikan jaringan kompleks perusahaan "rahbar"—perusahaan yang dipercayakan untuk mengelola transaksi internasional menggunakan perusahaan samaran di berbagai yurisdiksi. Di pusat jaringan tersebut adalah Nikan Pezhvak Aria Kish Company yang berbasis di Iran, bersama dengan Empire International Trading FZE yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) dan Golden Mist PTE. Ltd. yang berbasis di Singapura, yang diduga membantu menyalurkan jutaan dolar pendapatan minyak.

Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa sejak tahun 2024, jaringan Bank Melli memproses transaksi miliaran dolar untuk entitas termasuk Perusahaan Minyak Nasional Iran, IRGC, dan Bank Sentral Iran, terkadang menggunakan faktur palsu dan transfer lintas yurisdiksi untuk menyembunyikan asal uang tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved