2.003 Demonstran Iran Tewas, Akankah AS Culik Khamenei?

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:30 WIB
loading...
A A A
Video bentrokan malam hari antara demonstran dan pasukan keamanan selama seminggu terakhir, termasuk beberapa yang diverifikasi oleh Reuters, telah menunjukkan konfrontasi kekerasan dengan tembakan dan mobil serta bangunan yang terbakar.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, HRANA, mengatakan bahwa pada Senin malam, 10.721 orang telah ditangkap. Reuters tidak dapat mengkonfirmasi angka tersebut secara independen.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan mereka telah mengidentifikasi ratusan orang yang tewas. Kelompok oposisi di luar Iran mengatakan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi daripada 2.000 yang diperkirakan oleh pejabat Iran pada hari Selasa.

HRANA mengatakan telah menerima laporan dan video pada hari Senin dari Pemakaman Behesht Zahra di Teheran di mana anggota keluarga korban "berkumpul di lokasi pemakaman dan meneriakkan slogan protes".

Pihak berwenang Iran mengatakan pada hari Senin bahwa mereka tetap membuka saluran komunikasi dengan Washington saat Trump mempertimbangkan bagaimana menanggapi tindakan keras Iran.

"Kami memiliki kewajiban untuk melakukan dialog dan kami pasti akan melakukannya," kata juru bicara pemerintah Mohajerani pada hari Selasa.

Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa meskipun serangan udara adalah salah satu dari banyak alternatif yang terbuka bagi Trump, "diplomasi selalu menjadi pilihan pertama bagi presiden".

"Apa yang Anda dengar secara publik dari rezim Iran sangat berbeda dari pesan-pesan yang diterima pemerintah secara pribadi, dan saya pikir presiden tertarik untuk mempelajari pesan-pesan tersebut," katanya.

Menteri Luar Negeri Araqchi mengatakan Teheran sedang mempelajari gagasan-gagasan yang diajukan oleh Washington, meskipun gagasan-gagasan tersebut "tidak sesuai" dengan ancaman AS.

"Komunikasi antara (utusan khusus AS Steve) Witkoff dan saya berlanjut sebelum dan sesudah protes dan masih berlangsung," katanya kepada Al Jazeera pada hari Senin.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Berita Terkini
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved