2.003 Demonstran Iran Tewas, Akankah AS Culik Khamenei?

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:30 WIB
loading...
2.003 Demonstran Iran...
Demonstrasi di Iran menewaskan ribuan orang. Foto/Iran International
A A A
TEHERAN - Jumlah korban tewas akibat protes nasional di Iran melampaui 2.003 orang. Kabar itu diungkapkan ketika warga Iran melakukan panggilan telepon ke luar negeri untuk pertama kalinya dalam beberapa hari setelah pihak berwenang memutus komunikasi selama penindakan terhadap para demonstran.

"Jumlah korban tewas meningkat menjadi setidaknya 2.003," seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS, termasuk 1.850 demonstran, 135 individu yang berafiliasi dengan pemerintah, sembilan orang berusia di bawah 18 tahun, dan sembilan warga sipil non-demonstran.

Angka tersebut jauh melampaui jumlah korban tewas dari protes atau kerusuhan lainnya di Iran dalam beberapa dekade dan mengingatkan pada kekacauan yang terjadi di sekitar Revolusi Islam tahun 1979 di negara itu.

Televisi pemerintah Iran memberikan pengakuan resmi pertama atas kematian tersebut, mengutip seorang pejabat yang mengatakan bahwa negara itu memiliki "banyak martir" dan bahwa mereka tidak merilis jumlah korban sebelumnya karena korban tewas menderita luka-luka yang mengerikan. Namun, pernyataan itu baru muncul setelah para aktivis melaporkan jumlah korban mereka.

Pada Senin malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor 25 persen untuk produk dari negara mana pun yang berbisnis dengan Iran - eksportir minyak utama. Trump juga mengatakan bahwa tindakan militer lebih lanjut termasuk di antara opsi yang sedang ia pertimbangkan untuk menghukum Iran atas tindakan keras tersebut, dengan mengatakan awal bulan ini "kami siap siaga".

Melansir CNA, Teheran belum menanggapi secara publik pengumuman tarif Trump, tetapi dengan cepat dikritik oleh China. Iran, yang sudah berada di bawah sanksi berat AS, mengekspor sebagian besar minyaknya ke China, dengan Turki, Irak, Uni Emirat Arab, dan India termasuk di antara mitra dagang utamanya yang lain.



Meskipun para analis mengatakan Iran telah melewati gelombang protes yang lebih besar, kerusuhan saat ini terjadi pada saat yang sangat rentan bagi pihak berwenang mengingat skala masalah ekonomi.

Menggarisbawahi ketidakpastian internasional tentang apa yang akan terjadi selanjutnya di Iran, yang telah menjadi salah satu kekuatan dominan di Timur Tengah selama beberapa dekade, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan dia percaya pemerintah akan jatuh.

"Saya berasumsi bahwa kita sekarang menyaksikan hari-hari dan minggu-minggu terakhir rezim ini," katanya pada hari Selasa, menambahkan bahwa jika harus mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan, "itu pada dasarnya sudah berakhir".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Trump Murka Google Didenda...
Trump Murka Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa: Perampok!
Rekomendasi
Kemenhut Realisasikan...
Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
BPDP dan RPN Dorong...
BPDP dan RPN Dorong UMKM Jadi Penggerak Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit
Susunan Pemain Indonesia...
Susunan Pemain Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026: Mitchell Baker Starter
Berita Terkini
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved