Presiden Komisi Eropa: Lawan Rusia dan Turki

Rabu, 16 September 2020 - 16:21 WIB
loading...
Presiden Komisi Eropa:...
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen. Foto/Reuters
A A A
BRUSSELS - Negara-negara Uni Eropa harus lebih cepat dalam mengambil kebijakan luar negeri mereka untuk mendukung aksi protes pro demokrasi di Belarusia atau untuk melawan Rusia dan Turki . Hal itu diserukan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen.

"Mengapa bahkan pernyataan sederhana tentang nilai-nilai UE ditunda, dipermudah, atau disandera karena motif lain?" tanya Von der Leyen dalam pidato tahunannya tentang kondisi persatuan Uni Eropa.(Baca juga: Uni Eropa Tidak Akui Lukashenko Presiden Belarusia )

"Ketika negara-negara anggota mengatakan Eropa terlalu lambat, saya katakan kepada mereka berani dan akhirnya beralih ke pemungutan suara mayoritas yang memenuhi syarat," katanya, mengacu pada hambatan dalam menemukan kebulatan suara di antara 27 negara Uni Eropa seperti dikutip dari Reuters, Rabu (16/9/2020).

Von der Leyen mengatakan eksekutif UE dibawah kepemimpinannya akan mengajukan proposal untuk membekukan aset mereka yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia, serupa dengan Magnitsky Act of 2012 di Amerika Serikat (AS).

Dia juga mengatakan tidak ada yang bisa membenarkan intimidasi Turki terhadap Yunani dan Siprus di Mediterania Timur serta mengatakan adalah salah untuk berpikir bahwa pipa gas antara Jerman dan Rusia akan membantu ketegangan hubungan UE-Rusia.(Baca juga: Bela Yunani, Uni Eropa Siap Keroyok Turki dengan Sanksi )

"Turki adalah dan akan selalu menjadi tetangga yang penting. Tapi sementara kita berdekatan di peta, jarak antara kita tampaknya semakin besar," kata Von der Leyen kepada Parlemen Eropa.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Nyaris 2.300 Orang, AS Kirim 2.000 Tentara Bantu Cari Korban
Rekomendasi
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
Cristiano Ronaldo Dihantui...
Cristiano Ronaldo Dihantui Kutukan Gol di Fase Gugur Piala Dunia
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved