AS Ingin Caplok Greenland, Apa yang Terjadi Jika Sesama Anggota NATO Saling Berperang?

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:03 WIB
loading...
A A A

6. Penentangan Yunani terhadap Pengeboman Kosovo 1999

Pada tahun 1999, NATO meluncurkan kampanye udara sebagai tanggapan terhadap pembersihan etnis yang dilakukan oleh Pasukan Serbia di Kosovo.

Aliansi tersebut melakukan kampanye udara terhadap Yugoslavia, tetapi menghadapi keberatan serius dari anggota NATO, seperti Yunani, yang memiliki hubungan budaya dan agama yang erat dengan Serbia. Para demonstran Yunani secara fisik memblokir dan menargetkan pasukan dan tank Inggris yang sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan pasukan sekutu.

Yunani menjadi anggota NATO pertama yang menyerukan penghentian pengeboman.

7. Sekutu Eropa Terpecah pada 2003 karena Perang Irak

Perang Irak 2003 menyebabkan salah satu perpecahan terdalam dalam sejarah NATO.

Meskipun aliansi tersebut mendukung Resolusi Dewan Keamanan PBB 1441, yang memberi Irak “kesempatan terakhir untuk mematuhi kewajiban perlucutan senjatanya”, tiga anggota NATO: Prancis, Jerman, dan Belgia menolak klaim AS bahwa resolusi tersebut mengizinkan tindakan militer segera, yang menyebabkan kebuntuan.

Pada akhirnya, invasi dilakukan oleh “Koalisi Sukarelawan” dan bukan oleh NATO sendiri, dan Pasal 5 tetap tidak diaktifkan.

8. Ketidaksepakatan NATO soal Intervensi Libya 2001

Selama intervensi tahun 2011 di Libya, anggota NATO gagal mencapai kesepakatan tentang apakah NATO harus bertanggung jawab untuk menegakkan zona larangan terbang di atas Libya jika AS mundur dari memimpin operasi tersebut.

Jerman dan Polandia menentang intervensi militer sepenuhnya, dengan Jerman menolak untuk mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengizinkan tindakan NATO. Turki juga menyuarakan penentangan keras, bersikeras bahwa tindakan apa pun harus menghindari pendudukan dan diselesaikan dengan cepat.

Prancis menentang memimpin intervensi NATO, sementara Italia mengatakan ingin mengambil kembali kendali pangkalan udara yang telah diizinkan untuk digunakan oleh sekutu kecuali jika struktur koordinasi disepakati.

Perpecahan internal ini menunda NATO untuk mengambil komando resmi kampanye udara hingga hampir dua minggu setelah serangan koalisi awal dimulai.

9. Perselisihan Penting Lainnya

NATO telah menghadapi perselisihan mengenai Afghanistan dan penempatan pasukan di Eropa Timur setelah perang Rusia-Ukraina pecah. Beberapa anggota telah membatasi bagaimana dan di mana pasukan militer mereka akan beroperasi.

Selain itu, ada juga perselisihan anggaran dan masalah pertahanan rudal. Namun, aliansi tersebut tidak pernah bubar.

Apa yang terjadi dengan Greenland sekarang adalah ujian bagi persatuan NATO.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Infografis
Senjata yang Mampu Lumpuhkan...
Senjata yang Mampu Lumpuhkan Seluruh Negara NATO, Termasuk AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved