Trump Takut Dimakzulkan, Wanti-wanti Partai Republik Jangan Kalah Pemilu Paruh Waktu

Rabu, 07 Januari 2026 - 10:26 WIB
loading...
A A A
Partai Demokrat telah menanggapi dengan gerrymandering mereka sendiri di California, yang disetujui melalui inisiatif pemungutan suara.

Trump memasuki pemilihan paruh waktu dengan peringkat persetujuan sekitar 42 hingga 45%, menurut berbagai jajak pendapat.

Dengan ekonomi yang mulai menunjukkan tanda-tanda stagnasi dan tindakan militer AS baru-baru ini untuk menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro terbukti tidak populer, Partai Demokrat mungkin akan memanfaatkan ketidakpuasan tersebut untuk merebut kembali kendali Kongres.

Meskipun demikian, Trump tampak optimis tentang peluang partainya pada hari Selasa. “Kita akan membuat sejarah dan memecahkan rekor dengan kemenangan epik dalam pemilihan paruh waktu yang akan kita raih,” katanya.

Namun, ia mengungkapkan kebingungannya mengapa Partai Republik tidak memiliki lebih banyak dukungan.

“Saya berharap Anda bisa menjelaskan kepada saya apa yang terjadi dengan pikiran publik, karena kita memiliki kebijakan yang tepat,” kata Trump. “Mereka (Demokrat) memiliki kebijakan yang mengerikan. Mereka tidak bersatu. Mereka kejam. Mereka bengis.”

Selama setahun terakhir, beberapa Demokrat telah menyerukan pemakzulan Trump atas dugaan pelanggaran, menunjuk pada insiden seperti serangan militer Juni terhadap Iran, yang tidak diizinkan oleh Kongres.

Tetapi dengan sayap kiri yang menjadi minoritas, tidak ada proposal pemakzulan yang maju.

Trump dimakzulkan dua kali selama masa jabatan pertamanya. Kasus pertama terjadi pada tahun 2019, ketika ia dituduh menyalahgunakan kekuasaan karena diduga menggunakan bantuan AS untuk Ukraina sebagai alat tawar-menawar untuk mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyelidiki putra mantan Presiden AS Joe Biden, Hunter Biden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap Psikologi Presiden Trump Lebih Penting Dibandingkan Biaya Politik
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
Mojtaba Khamenei: Tanda...
Mojtaba Khamenei: Tanda Tangan Trump di MoU AS-Iran Tak Berharga dan Tak Miliki Kredibilitas!
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Viral! Momen Pemain...
Viral! Momen Pemain Argentina Tolak Jabat Tangan Trump di Podium Final Piala Dunia 2026
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Piala Dunia dari 1930 hingga 2026, Negara Mana yang Terbanyak?
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Terlibat Keributan,...
Terlibat Keributan, Keluarga Pemain Timnas Argentina Ditangkap Polisi AS
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Berita Terkini
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Infografis
Trump Beri Batas Waktu...
Trump Beri Batas Waktu 100 Hari untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved