Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina Hampir 10 Jam Jelang Pertemuan Zelensky-Trump di AS

Minggu, 28 Desember 2025 - 06:09 WIB
loading...
A A A
Pada pertemuan terjadwal Zelensky dengan Trump pada hari Minggu, kedua pemimpin tersebut diharapkan akan membahas versi terbaru dari rancangan rencana perdamaian 20 poin yang dikembangkan bersama Amerika Serikat. Proposal tersebut mencakup berbagai isu, termasuk jaminan keamanan yang diinginkan Ukraina untuk mencegah agresi Rusia di masa depan.

Zelensky mengatakan serangan hari Sabtu semakin menekankan perlunya jaminan tersebut, yang diharapkan akan menjadi bagian dari diskusinya dengan Trump.

Meskipun pemimpin Ukraina mengatakan pada hari Jumat bahwa rencana 20 poin tersebut "90 persen siap", Trump kemudian mengatakan kepada Politico bahwa pemimpin Ukraina "tidak memiliki apa pun sampai saya menyetujuinya."

"Jadi kita akan lihat apa yang dia miliki," kata Trump.

Para analis mengatakan Rusia kemungkinan besar tidak akan menerima proposal tersebut. Namun, Trump mengatakan kepada The New York Post pada hari Jumat bahwa dia percaya ada "peluang bagus" bahwa Ukraina dan Rusia siap untuk menengahi kesepakatan perdamaian.

"Saya pikir mereka ingin melakukannya sekarang, dan saya pikir Rusia ingin melakukannya," katanya.

Di Kyiv pada hari Sabtu, berdiri di tengah dinginnya udara saat petugas pemadam kebakaran membersihkan puing-puing dari atap gedung pacarnya yang rusak, Oleksandr Verbetskyi (47) menyatakan skeptisisme yang mendalam terhadap pernyataan Trump.

Verbetskyi mengatakan bahwa dia sedang melihat-lihat hadiah liburan secara online di rumah pacarnya ketika sebuah ledakan terjadi tepat sebelum pukul 11.00 pagi. Pasangan itu hanya mengalami luka gores, tetapi apartemen tersebut mengalami kerusakan parah, katanya, sambil menunjuk ke atapnya yang hilang. "Apartemen di lantai lima itu sekarang berada di lantai empat dan setengah," katanya, sambil tertawa geli atas leluconnya yang suram.

Verbetskyi mengatakan bahwa janji Rusia dalam negosiasi tidak bernilai apa pun, dan bahwa dia tidak yakin Moskow bermaksud untuk berdamai.

"Kita tahu," katanya, "bahwa kita tidak bisa mempercayai Rusia."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Klasemen Peringkat Tiga...
Klasemen Peringkat Tiga Terbaik Piala Dunia 2026: Ekuador Lolos 32 Besar
Berita Terkini
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved