Ingin Cari Keadilan, Aljazair Ingin Mengkriminalisasi Penjajahan Prancis selama 130 Tahun

Senin, 22 Desember 2025 - 16:30 WIB
loading...
Ingin Cari Keadilan,...
Aljazair ingin mengkriminalisasi penjajahan Prancis selama 130 tahun. Foto/X/@GeofotoF
A A A
LONDON - Para anggota parlemen di Aljazair telah mulai membahas rancangan undang-undang yang akan mengkriminalisasi penjajahan Prancis di negara Afrika Utara tersebut di tengah periode hubungan yang tegang antara kedua negara, menurut Majelis Nasional Rakyat.

Pemerintahan kolonial Prancis di Aljazair berlangsung selama lebih dari 130 tahun, yang ditandai dengan penyiksaan, penghilangan paksa, pembantaian, eksploitasi ekonomi, dan marginalisasi penduduk asli Muslim.

Aljazair memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1962, tetapi hal itu menelan korban jiwa yang besar: diperkirakan hingga 1,5 juta orang tewas, ribuan orang hilang, dan jutaan orang mengungsi.

Ingin Cari Keadilan, Aljazair Ingin Mengkriminalisasi Penjajahan Prancis selama 130 Tahun

1. Menuntut Keadilan

Rancangan undang-undang tersebut, yang berupaya mengkriminalisasi pemerintahan kolonial Prancis di Aljazair antara tahun 1830 dan 1962, diperkenalkan di Majelis Nasional Rakyat, majelis rendah parlemen Aljazair, pada hari Sabtu.

RUU tersebut akan diajukan untuk pemungutan suara pada hari Rabu, menurut laporan.

Stasiun penyiaran publik AL24 News melaporkan bahwa rancangan tersebut, yang berisi lima bab yang terdiri dari 27 pasal, didasarkan pada “prinsip-prinsip hukum internasional yang menegaskan hak rakyat atas keadilan hukum” dan “pencapaian keadilan historis”.

Tujuannya adalah untuk “menetapkan tanggung jawab, mengamankan pengakuan dan permintaan maaf atas kejahatan kolonialisme sebagai landasan untuk rekonsiliasi dengan sejarah dan perlindungan memori nasional,” lapor saluran tersebut.

Baca Juga: 8 Negara Penguasa Tambang di Dunia pada 2025, Semua Negara Adikuasa Masuk Daftar

2. Wujud Sikap Moral yang Jelas

Saat memperkenalkan RUU tersebut, Ketua Parlemen Ibrahim Boughali mengatakan bahwa itu bukan hanya teks hukum, tetapi “tonggak penting dalam perjalanan Aljazair modern”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Sarwendah Buat Aduan...
Sarwendah Buat Aduan ke KPAI soal Nafkah Anak, Begini Tanggapan Ruben Onsu
Klasemen Peringkat Tiga...
Klasemen Peringkat Tiga Terbaik Piala Dunia 2026: Ekuador Lolos 32 Besar
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Berita Terkini
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved