Ahmed, Muslim yang Jadi Pahlawan Tragedi Bondi, Diberi Hadiah Rp41,7 Miliar
Jum'at, 19 Desember 2025 - 07:47 WIB
loading...
Ahmed Al Ahmed, pria Muslim yang bertindak heroik ketika melucuti senjata pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Australia. Foto/Screenshot news.com.au
A
A
A
SYDNEY - Ahmed Al Ahmed, pria Muslim kelahiran Suriah yang jadi "pahlawan" karena berani melawan salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Australia, telah menerima cek senilai USD2,5 juta (Rp41,7 miliar). Hadiah ini diberikan oleh banyak orang yang berdonasi untuk mendukung keberaniannya.
Hadiah itu diberikan kepada Ahmed oleh Zachery Dereniowski, seorang tokoh publik di Instagram, yang mendokumentasikan pertemuan mereka dalam sebuah video yang dibagikan di platform tersebut.
Menurut Dereniowski, uang tersebut dikumpulkan secara kolektif oleh 43.000 orang dari seluruh dunia.
Baca Juga: Ini Ahmed Al Ahmed, Muslim Pahlawan yang Berani Lucuti Senjata Penembak Massal Pantai Bondi
Dalam video tersebut, Ahmed terlihat berbaring di tempat tidur rumah sakit dengan gips medis di tangan kirinya. Dia ditembak beberapa kali di bahu selama insiden tersebut.
“Apakah saya pantas mendapatkannya?” tanya Ahmed (43), ketika dia menerima cek tersebut.
“Ketika saya menyelamatkan orang, saya melakukannya dari hati,” ujarnya, menceritakan kembali serangan yang terjadi selama perayaan Hanukkah Yahudi.
Dua pria bersenjata melepaskan tembakan di Pantai Bondi, menewaskan 15 orang dan melukai setidaknya 42 orang, dalam salah satu penembakan massal paling mematikan di Australia. Salah satu pelaku tewas dalam baku tembak dengan polisi, sehingga total ada 16 orang yang tewas selama tragedi tersebut.
Ahmed mengatakan bahwa semua orang yang berkumpul di Pantai Bondi hari itu berhak untuk bersenang-senang dan itu adalah hak mereka.
“Tuhan lindungi Australia, ‘Aussie, Aussie, Aussie',” katanya sambil tersenyum, seperti dikutip dari news.com.au, Jumat (19/12/2025).
Kampanye penggalangan dana besar-besaran untuk pemilik toko di Sutherland tersebut mencakup sumbangan maksimal sebesar USD99.999 dari miliarder Amerika Serikat, Bill Ackman.
“Di tengah kekacauan dan bahaya, Ahmed Al Ahmed melangkah maju tanpa ragu-ragu,” bunyi keterangan di halaman donasi GoFundMe.
“Tindakannya tanpa pamrih, naluriah, dan tak diragukan lagi heroik, dilakukan tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri. Laporan awal menunjukkan bahwa dia ditembak dua kali dalam proses tersebut saat melindungi orang lain. GoFundMe ini dibuat untuk menunjukkan rasa terima kasih dan dukungan kami kepada seseorang yang menunjukkan keberanian luar biasa ketika hal itu paling dibutuhkan," imbuh keterangan tersebut.
Total donasi ke penggalangan dana terverifikasi di GoFundMe untuk korban penembakan Bondi dan keluarga mereka kini mencapai hampir USD5 juta.
Hampir USD780.000 telah terkumpul untuk keluarga Matilda, korban berusia 10 tahun, korban termuda dari 15 korban, yang dimakamkan dalam upacara pemakaman di Woollahra pada hari Kamis.
Penggalangan dana untuk Sofia (61) dan Boris Gurman (69), yang juga dipuji sebagai pahlawan setelah ditembak mati saat mencoba menggagalkan serangan tersebut, telah mengumpulkan USD650.000.
Lebih dari USD360.000 telah terkumpul untuk keluarga Rabbi Eli Schlanger, salah satu korban tewas yang pemakamannya diadakan pada hari Rabu.
Boris Tetleroyd, yang ditembak bersama putranya saat menghadiri acara Hanukkah, diidentifikasi pada hari Rabu sebagai korban tewas ke-13 yang diketahui. Penggalangan dana untuk Tetleroyd telah mengumpulkan hampir USD72.000.
Dua pelaku penembakan massal, yang dinyatakan sebagai teroris yang terinspirasi ISIS, adalah Sajid Akram (50) dan putranya; Naveed Akram (24). Sajid Akram tewas dalam baku tembak dengan polisi, sedangkan Naveed Akram terluka parah.
Hadiah itu diberikan kepada Ahmed oleh Zachery Dereniowski, seorang tokoh publik di Instagram, yang mendokumentasikan pertemuan mereka dalam sebuah video yang dibagikan di platform tersebut.
Menurut Dereniowski, uang tersebut dikumpulkan secara kolektif oleh 43.000 orang dari seluruh dunia.
Baca Juga: Ini Ahmed Al Ahmed, Muslim Pahlawan yang Berani Lucuti Senjata Penembak Massal Pantai Bondi
Dalam video tersebut, Ahmed terlihat berbaring di tempat tidur rumah sakit dengan gips medis di tangan kirinya. Dia ditembak beberapa kali di bahu selama insiden tersebut.
“Apakah saya pantas mendapatkannya?” tanya Ahmed (43), ketika dia menerima cek tersebut.
“Ketika saya menyelamatkan orang, saya melakukannya dari hati,” ujarnya, menceritakan kembali serangan yang terjadi selama perayaan Hanukkah Yahudi.
Dua pria bersenjata melepaskan tembakan di Pantai Bondi, menewaskan 15 orang dan melukai setidaknya 42 orang, dalam salah satu penembakan massal paling mematikan di Australia. Salah satu pelaku tewas dalam baku tembak dengan polisi, sehingga total ada 16 orang yang tewas selama tragedi tersebut.
Ahmed mengatakan bahwa semua orang yang berkumpul di Pantai Bondi hari itu berhak untuk bersenang-senang dan itu adalah hak mereka.
“Tuhan lindungi Australia, ‘Aussie, Aussie, Aussie',” katanya sambil tersenyum, seperti dikutip dari news.com.au, Jumat (19/12/2025).
Kampanye penggalangan dana besar-besaran untuk pemilik toko di Sutherland tersebut mencakup sumbangan maksimal sebesar USD99.999 dari miliarder Amerika Serikat, Bill Ackman.
“Di tengah kekacauan dan bahaya, Ahmed Al Ahmed melangkah maju tanpa ragu-ragu,” bunyi keterangan di halaman donasi GoFundMe.
“Tindakannya tanpa pamrih, naluriah, dan tak diragukan lagi heroik, dilakukan tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri. Laporan awal menunjukkan bahwa dia ditembak dua kali dalam proses tersebut saat melindungi orang lain. GoFundMe ini dibuat untuk menunjukkan rasa terima kasih dan dukungan kami kepada seseorang yang menunjukkan keberanian luar biasa ketika hal itu paling dibutuhkan," imbuh keterangan tersebut.
Total donasi ke penggalangan dana terverifikasi di GoFundMe untuk korban penembakan Bondi dan keluarga mereka kini mencapai hampir USD5 juta.
Hampir USD780.000 telah terkumpul untuk keluarga Matilda, korban berusia 10 tahun, korban termuda dari 15 korban, yang dimakamkan dalam upacara pemakaman di Woollahra pada hari Kamis.
Penggalangan dana untuk Sofia (61) dan Boris Gurman (69), yang juga dipuji sebagai pahlawan setelah ditembak mati saat mencoba menggagalkan serangan tersebut, telah mengumpulkan USD650.000.
Lebih dari USD360.000 telah terkumpul untuk keluarga Rabbi Eli Schlanger, salah satu korban tewas yang pemakamannya diadakan pada hari Rabu.
Boris Tetleroyd, yang ditembak bersama putranya saat menghadiri acara Hanukkah, diidentifikasi pada hari Rabu sebagai korban tewas ke-13 yang diketahui. Penggalangan dana untuk Tetleroyd telah mengumpulkan hampir USD72.000.
Dua pelaku penembakan massal, yang dinyatakan sebagai teroris yang terinspirasi ISIS, adalah Sajid Akram (50) dan putranya; Naveed Akram (24). Sajid Akram tewas dalam baku tembak dengan polisi, sedangkan Naveed Akram terluka parah.
(mas)
Lihat Juga :