Ini Ahmed Al Ahmed, Muslim Pahlawan yang Berani Lucuti Senjata Penembak Massal Pantai Bondi

Senin, 15 Desember 2025 - 07:18 WIB
loading...
Ini Ahmed Al Ahmed,...
Ahmed Al Ahmed, pria Muslim yang bertindak heroik ketika melucuti senjata pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Australia. Publik Australia memujinya sebagai pahlawan. Foto/NDTV
A A A
SYDNEY - Publik Australia memuji seorang pria Muslim yang digambarkan sebagai "pahlawan" setelah aksi gesitnya dalam melawan pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney. Dia sendirian melucuti senjata salah satu pelaku selama serangan yang menewaskan 16 orang tersebut.

Rekaman video yang viral di media sosial menunjukkan pria yang diidentifikasi sebagai Ahmed Al Ahmed (43) itu tidak bersenjata saat menangkap salah satu penembak yang sedang menembaki warga sipil. Aksi pria Muslim ini telah menyelamatkan banyak nyawa.

Video berdurasi 15 detik itu menunjukkan Ahmed mula-mula bersembunyi di balik mobil yang diparkir sebelum berlari ke arah si penembak dari belakang. Dia mencengkeram leher penembak, merebut senapannya dan memaksanya jatuh ke tanah, sebelum mengarahkan balik senjata itu kembali ke pelaku penembakan.

Baca Juga: PM Australia Nyatakan Penembakan Massal Pantai Bondi sebagai Serangan Teroris, 16 Orang Tewas

Mengutip laporan 7News, Senin (15/12/2025), Ahmed al Ahmed merupakan seorang penjual buah. Laporan tersebut mengatakan dia menderita dua luka tembak selama aksi heroiknya.

Seorang pria bernama Mustapha, yang mengaku sebagai sepupu Ahmed, membenarkan bahwa sang "pahlawan" tersebut sekarang terbaring di rumah sakit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
20 Negara yang Lolos...
20 Negara yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
KPK Geledah Kantor BPK...
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel terkait Kasus Opini WTP Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved