China Dakwa Jurnalis Du Bin dengan Tuduhan Provokasi
Selasa, 16 Desember 2025 - 09:26 WIB
loading...
A
A
A
Setelah vonis kedua Zhang, Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk menyatakan bahwa pasal “mencari perkara dan memprovokasi kerusuhan”, dengan rumusan yang luas dan potensi penerapan yang sangat besar terhadap mereka yang menjalankan hak-haknya—termasuk kebebasan berekspresi dan berserikat—bertentangan dengan kewajiban hak asasi manusia internasional China.
Pada Juni 2024, pengadilan di Guangzhou menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada aktivis feminis dan jurnalis Huang Xueqin (37) atas tuduhan “menghasut subversi terhadap kekuasaan negara” terkait tulisan-tulisannya, termasuk mengenai protes Hong Kong 2019 dan keterlibatannya dalam gerakan #MeToo.
Di Hong Kong, taipan media pro-demokrasi Jimmy Lai (78), pemilik Apple Daily yang telah ditutup, telah dinyatakan bersalah dan terancam hukuman penjara seumur hidup atas dua dakwaan “kolusi dengan pihak asing” berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong.
“Pemerintah-pemerintah yang peduli seharusnya secara terbuka mengangkat kasus Du Bin kepada pemerintah China dan mendesak pembebasannya segera dan tanpa syarat,” kata Uluyol.
“Dengan mengajukan tuduhan tanpa dasar terhadap para pengkritiknya, Beijing justru mempertontonkan kepada dunia rapuhnya kekuasaannya,” pungkasnya.
Pada Juni 2024, pengadilan di Guangzhou menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada aktivis feminis dan jurnalis Huang Xueqin (37) atas tuduhan “menghasut subversi terhadap kekuasaan negara” terkait tulisan-tulisannya, termasuk mengenai protes Hong Kong 2019 dan keterlibatannya dalam gerakan #MeToo.
Di Hong Kong, taipan media pro-demokrasi Jimmy Lai (78), pemilik Apple Daily yang telah ditutup, telah dinyatakan bersalah dan terancam hukuman penjara seumur hidup atas dua dakwaan “kolusi dengan pihak asing” berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong.
“Pemerintah-pemerintah yang peduli seharusnya secara terbuka mengangkat kasus Du Bin kepada pemerintah China dan mendesak pembebasannya segera dan tanpa syarat,” kata Uluyol.
“Dengan mengajukan tuduhan tanpa dasar terhadap para pengkritiknya, Beijing justru mempertontonkan kepada dunia rapuhnya kekuasaannya,” pungkasnya.
(mas)
Lihat Juga :