China Dakwa Jurnalis Du Bin dengan Tuduhan Provokasi
Selasa, 16 Desember 2025 - 09:26 WIB
loading...
A
A
A
Kebebasan Berekspresi dan Berserikat
Ini merupakan ketiga kalinya Du ditahan oleh otoritas China, namun menjadi pertama kalinya dia didakwa secara resmi.
Pada 2013, Du pernah ditahan selama sebulan setelah merilis film dokumenter Above the Ghosts' Head: The Women of Masanjia Labour Camp serta buku The Tiananmen Massacre. Pada 2020, dia kembali ditahan selama sebulan dengan tuduhan serupa terkait buku-bukunya yang kritis terhadap pemerintah China.
Seluruh karya Du diterbitkan di luar negeri, termasuk Changchun Hunger Siege, buku sejarah terbitan 2017 yang mengulas kematian ratusan ribu warga sipil akibat kelaparan di Changchun selama perang saudara China.
Du sebelumnya bekerja sebagai jurnalis dan fotografer untuk berbagai media domestik dan internasional, termasuk The New York Times, Beijing Youth Daily, dan Workers’ Daily.
Dalam satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan Xi Jinping, otoritas China telah menangkap dan menuntut sejumlah jurnalis, yang dinilai melanggar hak atas kebebasan berekspresi dan berserikat. Reporters Without Borders mencatat sedikitnya 121 jurnalis saat ini ditahan di China.
November lalu, Pengadilan Tinggi Beijing menguatkan hukuman tujuh tahun penjara terhadap jurnalis Dong Yuyu (62), yang ditangkap pada Februari 2022 atas tuduhan spionase saat makan siang bersama seorang diplomat Jepang. Dong sebelumnya menulis untuk surat kabar milik pemerintah China, Guangming Daily, selama 35 tahun.
Tuduhan Tanpa Dasar
Sementara di bulan September, pengadilan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada jurnalis warga, Zhang Zhan (42) atas tuduhan “mencari perkara dan memprovokasi kerusuhan.” Zhang sebelumnya telah menjalani hukuman empat tahun penjara berdasarkan pasal yang sama atas liputannya mengenai pandemi Covid-19 di Wuhan.
Lihat Juga :