Trump Makin Agresif, Pasukan AS Serbu Kapal Kargo yang Berlayar dari China ke Iran

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:20 WIB
loading...
Trump Makin Agresif,...
Pasukan AS serbu kapal kargo yang berlayar dari China ke Iran. Foto/X
A A A
BEIJING - Pasukan Amerika Serikat menggerebek sebuah kapal kargo yang berlayar dari China ke Iran bulan lalu. Itu dilaporkan Wall Street Journal dalam kejadian terbaru yang dilaporkan tentang taktik maritim yang semakin agresif oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Para pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa personel militer AS menaiki kapal tersebut beberapa ratus mil dari Sri Lanka, menurut laporan pada hari Jumat. Ini adalah pertama kalinya dalam beberapa tahun pasukan AS mencegat kargo yang berlayar dari China ke Iran.

Operasi tersebut berlangsung pada bulan November, beberapa minggu sebelum pasukan AS menyita kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela awal pekan ini, dengan alasan pelanggaran sanksi. Ini adalah tindakan lain yang belum dilakukan Washington selama bertahun-tahun.

Komando Indo-Pasifik AS tidak segera mengkonfirmasi laporan tersebut. Seorang pejabat mengatakan kepada surat kabar bahwa mereka menyita material yang “berpotensi berguna untuk senjata konvensional Iran”. Namun, pejabat tersebut mencatat bahwa barang-barang yang disita bersifat dwiguna, dan dapat memiliki aplikasi militer dan sipil.

Baca Juga: 4 Alasan Perang Nuklir Makin Nyata sejak Puncak Perang Dingin

Para pejabat mengatakan kapal tersebut diizinkan untuk melanjutkan perjalanan setelah pencegahan, yang melibatkan pasukan operasi khusus.

Iran tetap berada di bawah sanksi berat AS. Baik Iran maupun China tidak segera menanggapi laporan tersebut, meskipun Beijing, mitra dagang utama Teheran, secara teratur menyebut sanksi AS ilegal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Kalahkan Australia di...
Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!
Rekomendasi
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Berita Terkini
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved