Bersitegang, Jet Tempur Jepang dan China Saling Berhadapan di Atas Pasifik
Senin, 08 Desember 2025 - 06:54 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan bahwa Tokyo telah melayangkan protes atas tindakan yang dia sebut sebagai “sangat disayangkan”.
Sementara itu, Beijing membantah klaim Tokyo dengan menyatakan bahwa jet tempur Jepang berulang kali mendekati dan mengganggu Angkatan Laut China saat sedang melakukan latihan kapal induk yang sebelumnya telah diumumkan di wilayah tersebut.
“Kami dengan tegas menuntut pihak Jepang segera berhenti melakukan fitnah dan pencemaran nama baik serta secara ketat menahan tindakan garis depannya,” kata juru bicara Angkatan Laut China Kolonel Wang Xuemeng.
Dia memperingatkan, "China akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk secara tegas menjaga keamanan serta hak dan kepentingan sahnya.”
Hubungan antara Beijing dan Tokyo memburuk setelah Takaichi—perdana menteri perempuan pertama Jepang dan seorang konservatif garis keras—menjabat pada akhir Oktober. Dia menyatakan bahwa setiap upaya Beijing menggunakan kekuatan untuk “menyatukan kembali” Taiwan yang berpemerintahan sendiri dapat dianggap sebagai “situasi yang mengancam kelangsungan hidup”, sehingga memicu respons militer berdasarkan hukum Jepang. Pernyataan itu memicu anggapan China bahwa Jepang ikut campur dalam urusan internalnya.
Sementara itu, Beijing membantah klaim Tokyo dengan menyatakan bahwa jet tempur Jepang berulang kali mendekati dan mengganggu Angkatan Laut China saat sedang melakukan latihan kapal induk yang sebelumnya telah diumumkan di wilayah tersebut.
“Kami dengan tegas menuntut pihak Jepang segera berhenti melakukan fitnah dan pencemaran nama baik serta secara ketat menahan tindakan garis depannya,” kata juru bicara Angkatan Laut China Kolonel Wang Xuemeng.
Dia memperingatkan, "China akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk secara tegas menjaga keamanan serta hak dan kepentingan sahnya.”
Hubungan antara Beijing dan Tokyo memburuk setelah Takaichi—perdana menteri perempuan pertama Jepang dan seorang konservatif garis keras—menjabat pada akhir Oktober. Dia menyatakan bahwa setiap upaya Beijing menggunakan kekuatan untuk “menyatukan kembali” Taiwan yang berpemerintahan sendiri dapat dianggap sebagai “situasi yang mengancam kelangsungan hidup”, sehingga memicu respons militer berdasarkan hukum Jepang. Pernyataan itu memicu anggapan China bahwa Jepang ikut campur dalam urusan internalnya.
Lihat Juga :