Proyek China di Nepal Berulang Kali Terseret Korupsi, Ada Apa?

Sabtu, 06 Desember 2025 - 14:59 WIB
loading...
A A A
Skandal-skandal ini mengindikasikan kelemahan sistemik dalam pengelolaan proyek asing, terutama ketika berhadapan dengan aktor internasional yang memiliki kapasitas finansial dan politik besar.

Dampak Politik di Dalam Negeri


Kontroversi tersebut memicu perdebatan sengit di Nepal. Para pengkritik menilai keterlibatan berulang perusahaan China dalam skandal korupsi mencerminkan ketergantungan berlebihan pada satu mitra asing, terutama di tengah meningkatnya persaingan geopolitik di Asia Selatan.

Partai oposisi menuduh pemerintah—baik saat ini maupun sebelumnya—melindungi entitas China karena kedekatan politik dan kepentingan strategis. Kelompok masyarakat sipil memperingatkan bahwa korupsi pada proyek-proyek besar pada akhirnya membebani rakyat Nepal melalui pinjaman yang membengkak.

Kasus-kasus ini juga mengikis kepercayaan terhadap institusi publik. Ketika proyek besar berkali-kali diwarnai korupsi, masyarakat mulai meragukan apakah pembangunan benar-benar untuk kepentingan publik atau hanya memperkaya segelintir elite.

Jejak Langkah China Bertemu Celah Akuntabilitas Nepal


China tetap menjadi mitra ekonomi paling berpengaruh bagi Nepal, dengan keterlibatan luas dalam proyek infrastruktur, teknologi, dan investasi. Banyak proyek yang memberikan manfaat nyata.

Namun skandal korupsi tersebut menegaskan satu hal: keterlibatan asing, tidak peduli sebesar apa pendanaannya, tidak akan berhasil jika sistem domestik gagal menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Skandal ini bukan hanya tentang kesalahan aktor asing, tetapi juga cerminan dari kelemahan struktural Nepal sendiri—kelemahan yang dieksploitasi ketika institusi pengawasan tidak mampu menjalankanfungsinya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Trump: Uranium Iran...
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Rekomendasi
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Berita Terkini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved