Proyek China di Nepal Berulang Kali Terseret Korupsi, Ada Apa?

Sabtu, 06 Desember 2025 - 14:59 WIB
loading...
Proyek China di Nepal...
Skandal korupsi Nepal Telecom menjadi salah satu kasus korupsi terbesar di Nepal pada 2025 yang menyeret dua perusahaan China, Asia Info Linkage Technologies Inc dan Asia Info Yunghang Software Limited. Foto/EPARDAFAS
A A A
JAKARTA - Korupsi telah lama menjadi persoalan kronis dalam lanskap politik dan ekonomi Nepal, menggerogoti kepercayaan publik dan menghambat pembangunan negara tersebut. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pola yang lebih spesifik mulai terlihat. Sejumlah skandal besar justru melibatkan warga negara China atau perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Nepal.

Dikutip dari Nepal Aaja, Sabtu (6/12/2025), sejumlah skandal tersebut tidak hanya memunculkan kekhawatiran soal integritas proyek-proyek yang didanai pihak asing, tetapi juga menyoroti kerentanan internal Nepal sendiri, mulai dari kelemahan institusi, mekanisme pengawasan, hingga jejaring politiknya.

Perpaduan antara pengaruh asing dan minimnya akuntabilitas domestik menciptakan ruang ideal bagi korupsi untuk tumbuh subur.

Seiring Nepal memperdalam kerja sama dengan China dalam proyek infrastruktur, teknologi, dan investasi, rentetan skandal tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai kedaulatan, transparansi, serta biaya nyata dari ketergantungan pada investasi asing berskala besar.

Baca Juga: Ambisi Global Militer China Dihantui Skandal Korupsi dan Inefisiensi Sistemik

Skandal Telekomunikasi yang Menguak Akar Korupsi


Salah satu kasus korupsi terbesar pada 2025 muncul dari Nepal Telecom, perusahaan utilitas publik terbesar negara itu. Komisi Investigasi Penyalahgunaan Wewenang (CIAA) mengajukan tuntutan terhadap Direktur Utama perusahaan, mantan pejabat, serta sejumlah perwakilan dari dua perusahaan China—Asia Info Linkage Technologies (China) Inc. dan Asia Info Yunghang Software (Beijing) Limited.

Investigasi CIAA mengungkap proses pengadaan sistem penagihan penting telah dimanipulasi untuk menguntungkan perusahaan-perusahaan China tersebut. Kontrak diduga dinaikkan secara berlebihan, perjanjian pemeliharaan dianggap tidak berdasar, dan prosedur dilewati agar kesepakatan tetap berjalan. Kerugian bagi Nepal Telecom diperkirakan mencapai lebih dari NRs 334 juta.

Warga negara China, Long Yong dan Huang Wei, termasuk di antara yang dituduh berkolusi dengan pejabat Nepal untuk mengamankan kontrak melalui cara-cara ilegal. Sistem penagihan yang menjadi tulang punggung manajemen pendapatan Nepal Telecom itu diduga dipilih bukan berdasarkan kualitas, melainkan melalui jaringan pengaruh dan imbalan.

Kasus ini menegaskan pola yang sering berulang: korupsi berkembang di lingkungan dengan pengawasan lemah, insentif yang keliru, dan kemitraan asing yang diperlakukan seperti tak tersentuh. Namun, kasus ini juga menunjukkan bahwa lembaga anti-korupsi Nepal mulai lebih berani menindak kesalahan yang melibatkan aktor asing, bukan hanya domestik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Viral Beruang Nyangkut...
Viral Beruang Nyangkut di Atas Tiang Listrik Picu Upaya Penyelamatan Dramatis
Bikin Gemes! 5 Anak...
Bikin Gemes! 5 Anak Kucing 'Pemarah' Hibur Pengunjung Kebun Binatang
Rekomendasi
Tingkatkan Produktivitas...
Tingkatkan Produktivitas Petani, Mahindra-RMA Indonesia Luncurkan Mahindra OJA 3140
4 Dragster dari Empat...
4 Dragster dari Empat Daerah Warnai Persaingan Sentul Drag Record Simpati 5G 2026
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Berita Terkini
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved