Lawan Ancaman Rudal Rusia, Jerman Kerahkan Sistem Misil Canggih Arrow Israel

Kamis, 04 Desember 2025 - 07:37 WIB
loading...
Lawan Ancaman Rudal...
Jerman jadi negara Eropa pertama yang kerahkan sistem pertahanan udara Arrow Israel untuk melawan ancaman rudal Rusia. Foto/Army Recognition
A A A
BERLIN - Jerman pada hari Rabu menjadi negara Eropa pertama yang mengerahkan sistem pertahanan udara Arrow dalam upaya melawan apa yang dianggapnya sebagai ancaman yang semakin besar dari Rusia. Sistem Arrow diklaim dirancang untuk mencegat rudal hipersonik seperti Oreshnik milik Moskow.

Sistem pertahanan tersebut, yang dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries (IAI) bekerja sama dengan Badan Pertahanan Rudal (MDA) Amerika Serikat, digunakan sebagai lapisan atas pertahanan udara Israel, bersama dengan Iron Dome—yang menangkal ancaman senjata jarak pendek.

"Siapa yang dapat membayangkan bahwa hanya 80 tahun setelah pembebasan Auschwitz, negara Yahudi tersebut, melalui teknologi yang dikembangkannya, akan membantu mempertahankan tidak hanya Jerman tetapi juga seluruh Eropa," kata Duta Besar Israel untuk Jerman, Ron Prosor, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/12/2025).

Baca Juga: Putin Nyatakan Rusia Siap Perang, Beranikah Eropa? Ini Analisisnya

Menurut IAI, sejumlah negara telah menyatakan minatnya untuk membeli teknologi tersebut sejak sistem Arrow membantu menggagalkan serangan rudal Iran ke Israel pada April dan Oktober 2024.

Beroperasi pada ketinggian di atas 100 kilometer (62 mil), di luar atmosfer bumi, dan dengan jangkauan 2.400 kilometer, sistem stasioner ini melengkapi pertahanan udara jarak pendek seperti sistem Patriot dan sistem IRIS-T yang dipasang di truk.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menekankan nilai sistem Arrow untuk peringatan dini dan perlindungan penduduk serta infrastruktur.

"Dengan kemampuan strategis ini, yang unik di antara mitra Eropa kami, kami mengamankan peran kunci kami di jantung Eropa," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

"Dengan demikian, kami tidak hanya melindungi diri kami sendiri, tetapi juga mitra kami. Dengan demikian, kami memperkuat pilar NATO di Eropa dan memenuhi target NATO," imbuh dia.

Sebuah upacara yang menandai pengerahan sistem Arrow berlangsung di sebuah pangkalan udara di Holzdorf, sekitar 100 kilometer selatan Berlin.

Jerman menargetkan sistem yang dirancang untuk mencakup seluruh wilayah negara dan akan ditempatkan di tiga lokasi di utara, selatan, dan tengah ini beroperasi penuh pada tahun 2030.

Jerman membeli sistem Arrow pada tahun 2023 dengan total biaya 3,6 miliar euro (USD4,18 miliar) karena menganggap rudal jarak menengah Rusia sebagai ancaman utama bagi penduduk dan infrastruktur penting Jerman.

Sistem Arrow dapat mendeteksi dan mencegat rudal yang datang dengan jangkauan lebih dari 1.000 kilometer, yang diluncurkan dari darat, udara, atau laut, sehingga menutup celah kritis dalam pertahanan teritorial negara tersebut.

Rudal Iskander jarak pendek Rusia yang ditempatkan di enklave Kaliningrad, sekitar 500 kilometer dari Berlin, dipandang sebagai ancaman yang terutama harus ditangani oleh unit pertahanan udara Patriot.

Ekspansi NATO ke timur telah mengalihkan pertahanan garis depan ke negara-negara seperti Polandia dan negara-negara Baltik. Namun, Jerman tetap menjadi daerah persinggahan utama jika terjadi konflik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved