Mengenal T-Dome, Perisai Berlapis Taiwan Senilai Rp666 Triliun untuk Tangkis Rudal-rudal China

Senin, 01 Desember 2025 - 08:31 WIB
loading...
A A A
T-Dome akan mengintegrasikan sistem-sistem tersebut dengan radar, sensor, dan teknologi canggih lainnya untuk menyediakan apa yang digambarkan Lai sebagai "deteksi tingkat tinggi dan intersepsi yang efektif".

"Jika Anda tidak mengintegrasikan perangkat deteksi ini, maka rudal pertahanan udara tersebut, baik untuk tujuan serangan balik, serangan balik, maupun serangan balik drone, tidak dapat mencapai intersepsi yang efisien atau koordinasi dan alokasi tembakan yang efektif," ujar Menteri Pertahanan Wellington Koo.

T-Dome akan memiliki dua komponen utama, kata Su Tzu-yun, pakar militer di Taipei’s Institute for National Defence and Security Research.

T-Dome akan memiliki sistem komando dan kendali. "Yang mengumpulkan data radar, mengidentifikasi ancaman, memutuskan pencegat mana yang harus ditembakkan, dan mengoordinasikan semua unit sehingga mereka bereaksi dalam hitungan detik," kata Su.

Bagian lainnya adalah "lapisan pencegat"—senjata yang digunakan untuk menembak jatuh ancaman yang datang di berbagai ketinggian.

Mengapa Taiwan Membutuhkannya?


Taiwan telah belajar dari Ukraina tentang pentingnya memiliki sistem pertahanan udara yang dapat melindungi pasukan tempur, infrastruktur penting, dan bangunan sipil.

Meskipun Taiwan telah meningkatkan militernya selama dekade terakhir dan telah menghabiskan miliaran dolar untuk persenjataan AS, ia akan kalah dalam konflik dengan China.

Menurut Su, memiliki kemampuan untuk menetralkan serangan rudal China yang tiba-tiba akan membantu mencegah Beijing menyerang.

Su mengatakan kapal perang China yang secara rutin dikerahkan di dekat Taiwan mampu menembakkan ratusan rudal ke bandara, lokasi radar, dan pangkalan militer Taiwan dalam waktu tiga menit. Itu belum termasuk ratusan rudal yang dimiliki China di darat.

"Inilah sebabnya Taiwan membutuhkan sistem pertahanan udara terpadu yang mampu merespons tantangan-tantangan yang muncul ini," kata Su.

Kapan T-Dome Akan Siap?


Hal itu bergantung pada berbagai faktor, termasuk kapan Amerika Serikat dapat mengirimkan senjata dan teknologi yang dibutuhkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved