Akar Permasalahan Kekalahan Ukraina Adalah Korupsi

Sabtu, 29 November 2025 - 20:06 WIB
loading...
A A A
Yermak memimpin pembicaraan pekan lalu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Jenewa, tampaknya berhasil mengamankan beberapa konsesi bagi negaranya dalam proposal perdamaian rancangan AS yang dikhawatirkan banyak pihak sangat menguntungkan Rusia.

Di saat Ukraina sedang berjuang dan bernegosiasi demi kelangsungan hidupnya, pengunduran dirinya sangat mengganggu stabilitas.

Perundingan akan dilanjutkan minggu depan. Kantor kepresidenan Ukraina mengatakan pada hari Sabtu bahwa Menteri Pertahanan Rustem Umerov adalah kepala delegasi yang menuju AS.

Yang belum diketahui adalah apakah ini akan menjadi kebangkitan yang tepat waktu bagi Kyiv, atau kurangnya kontinuitas yang merugikan.

Juga belum diketahui bagaimana Yermak menanggapi kepergiannya yang tiba-tiba dari pemerintahan. The New York Post melaporkan pada hari Sabtu bahwa ia telah mengirim pesan teks kepada surat kabar mereka dan bersumpah untuk pergi ke garis depan. Ia juga menyatakan tidak bersalah.

"Saya akan pergi ke garis depan dan siap menghadapi segala pembalasan," katanya. "Saya orang yang jujur dan sopan."

Namun ada perasaan bahwa kepergian Yermak merupakan tanda perubahan positif.

"Sebut saja apa adanya: kabar baik," kata Olga Rudenko, editor Kyiv Independent.

"Coba pikirkan: negara demokrasi muda seperti Ukraina memiliki lembaga independen yang cukup kuat untuk menyelidiki orang paling berkuasa di negara ini—dan melakukannya selama perang."

"Orang-orang yang mendukung Ukraina di seluruh dunia bukanlah mendukung sebuah tempat di peta, melainkan sebuah tempat yang menjunjung tinggi nilai-nilai tertentu—dan memperjuangkannya. Hari ini kita menyaksikan nilai-nilai ini beraksi.

"Ini menunjukkan mengapa Ukraina adalah negara yang layak didukung."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
AS Bombardir Fasilitas...
AS Bombardir Fasilitas Nuklir Iran di Bushehr
Rekomendasi
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved