Usai Lakukan Kudeta Militer, Jenderal Horta Inta-A Dilantik Jadi Presiden Guinea-Bissau
Jum'at, 28 November 2025 - 10:53 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Komisi Uni Afrika (AU) pada hari Kamis mengutuk kudeta militer dan menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat Embalo dan semua pejabat yang ditahan.
Para perwira militer, yang menyebut diri mereka sebagai "Komando Militer Tinggi untuk Pemulihan Ketertiban", mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Rabu bahwa mereka telah menggulingkan Embalo.
Kudeta militer ini terjadi satu hari sebelum hasil sementara pemilu presiden diperkirakan akan diumumkan dalam persaingan antara Embalo dan Fernando Dias, seorang pendatang baru politik berusia 47 tahun yang muncul sebagai penantang utama Embalo untuk memimpin negara Afrika barat tersebut—yang merupakan pusat perdagangan kokain.
Pada hari Kamis, ibu kota, Bissau, sebagian besar sepi, dengan tentara di jalanan dan banyak penduduk tetap tinggal di dalam rumah bahkan setelah jam malam dicabut. Bisnis dan bank tutup.
Pada hari Rabu, sehari setelah dua kandidat terdepan dalam pemilu presiden yang ketat masing-masing menyatakan kemenangan, sekelompok perwira militer mengeklaim "kendali penuh" atas negara tersebut.
Para perwira militer, yang menyebut diri mereka sebagai "Komando Militer Tinggi untuk Pemulihan Ketertiban", mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Rabu bahwa mereka telah menggulingkan Embalo.
Kudeta militer ini terjadi satu hari sebelum hasil sementara pemilu presiden diperkirakan akan diumumkan dalam persaingan antara Embalo dan Fernando Dias, seorang pendatang baru politik berusia 47 tahun yang muncul sebagai penantang utama Embalo untuk memimpin negara Afrika barat tersebut—yang merupakan pusat perdagangan kokain.
Pada hari Kamis, ibu kota, Bissau, sebagian besar sepi, dengan tentara di jalanan dan banyak penduduk tetap tinggal di dalam rumah bahkan setelah jam malam dicabut. Bisnis dan bank tutup.
Pada hari Rabu, sehari setelah dua kandidat terdepan dalam pemilu presiden yang ketat masing-masing menyatakan kemenangan, sekelompok perwira militer mengeklaim "kendali penuh" atas negara tersebut.
Lihat Juga :