Kebakaran Horor Renggut 44 Nyawa, Mengapa Hong Kong Masih Andalkan Perancah Bambu untuk Proyek Bangunan?

Kamis, 27 November 2025 - 10:56 WIB
loading...
A A A
Inilah sebabnya ada seruan untuk pekerjaan sementara yang tidak mudah terbakar pada menara yang ditempati — atau setidaknya, jaring tahan api, bambu yang telah diolah, dan retakan pada perancah agar api tidak mudah menjalar dari satu tempat ke tempat lain.

Risiko kedua dari penggunaan perancah bambu terkait dengan variabilitas dan cuaca.

Bambu adalah material alami, sehingga kekuatannya bervariasi tergantung spesies, usia, dan kelembapan. Ikatan dapat mengendur dan badai merupakan risiko yang umum.

Pedoman dan kode Hong Kong yang diperbarui mencoba mengelola hal ini dengan aturan material (seperti usia, diameter, dan pengeringan), ikatan wajib pada struktur, pengujian braket dan jangkar baja, serta inspeksi yang sering—terutama sebelum cuaca buruk.

Peralihan ke Logam


Pada bulan Maret 2025, Biro Pembangunan Hong Kong menginstruksikan agar perancah logam diadopsi dalam setidaknya 50 persen kontrak pembangunan gedung pemerintah yang baru untuk pekerjaan umum. Biro ini juga mendorong penggunaan logam dalam pemeliharaan jika memungkinkan.

Balasan pemerintah selanjutnya kepada Dewan Legislatif pada bulan Juni dan Juli menegaskan kembali persyaratan 50 persen dan menjelaskan transisi progresif berdasarkan kelayakan proyek.

Proyek swasta mungkin masih menggunakan bambu berdasarkan peraturan yang ada. Namun, untuk pekerjaan umum, standarnya sekarang adalah logam, menandakan peralihan ke sistem yang tidak mudah terbakar.

Pelajaran dari Hong Kong bukanlah bahwa bambu "baik" atau "buruk" untuk perancah—ini tentang konteks. Bambu memiliki keuntungan yang jelas untuk pekerjaan skala kecil, berdurasi pendek, dan berlabuh di tanah, di mana jalan-jalan sempit dan anggaran terbatas. Namun, pada blok perumahan yang tinggi dan berpenghuni, terutama dengan fasad yang dibalut jaring, risiko kebakaran dan variabilitasnya menuntut pengendalian yang jauh lebih ketat.

Perancah bambu membantu membangun cakrawala Hong Kong karena cepat, cerdas, dan terjangkau. Ilmu di balik api dan realitas kehidupan di gedung tinggi kini menuntut batasan yang lebih ketat: gunakan alat yang tepat untuk pekerjaan tersebut, dan ketika risikonya meningkat, beralihlah ke sistem yang tidak mudah terbakar.

Dengan demikian, kota dapat menghargai kerajinan yang membanggakan, sekaligus menjaga keselamatan warga di rumah-rumah yang dikelilingi perancah tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Lisa BLACKPINK Akui...
Lisa BLACKPINK Akui Sering Patah Hati, Rumor Putus dari Frederic Arnault Makin Menguat
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved