Kebakaran Horor Renggut 44 Nyawa, Mengapa Hong Kong Masih Andalkan Perancah Bambu untuk Proyek Bangunan?
Kamis, 27 November 2025 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Material Murah dan Fleksibel
Ada tiga alasan utama mengapa perancah bambu digunakan di Hong Kong.
Pertama, kecepatan. Tim yang berpengalaman dapat "membungkus" bangunan dengan cepat karena tiang ringan dan dapat dipotong agar sesuai dengan bentuk yang tidak beraturan. Hal itu penting di jalan-jalan sempit dengan akses derek terbatas.
Kedua, biaya. Bambu harganya jauh lebih murah daripada sistem logam, sehingga kontraktor dapat menekan harga penawaran. Materialnya juga mudah diperoleh secara lokal, sehingga biaya perbaikan dan pengecatan ulang rutin tetap sesuai anggaran.
Ketiga, tradisi dan keterampilan. Perancah bambu ditampilkan dalam sebuah karya seni China yang terkenal, "Along the River During the Qingming Festival (Sepanjang Sungai Selama Festival Qingming)", yang dilukis oleh Zhang Zeduan yang hidup antara tahun 1085 dan 1145. Hong Kong masih melatih dan mensertifikasi para tukang perancah bambu, dan kerajinan ini tetap menjadi bagian dari budaya konstruksi kota.
Faktor-faktor ini menjelaskan mengapa bambu tetap terlihat di cakrawala kota meskipun sistem logam mendominasi di tempat lain.
Tidak seperti logam yang dibuat di tanur tinggi, bambu juga dapat tumbuh kembali, dan mengubah batang menjadi tiang hanya membutuhkan sedikit pemrosesan. Ini berarti dampak iklim secara keseluruhan lebih kecil.
Apa Saja Risikonya?
Ada dua risiko utama perancah bambu.
Yang pertama, seperti yang disoroti oleh tragedi di Hong Kong ini, adalah kebakaran.
Bambu kering mudah terbakar, dan jaring plastik hijau yang sering menutupi perancah juga dapat terbakar dengan cepat.
Dalam kebakaran Tai Po, rekaman video dan laporan ororitas setempat menunjukkan api dengan cepat merambat naik ke perancah dan jaring, serta melintasi fasad bangunan.
Lihat Juga :