Wapres AS Sebut Ukraina Menang Perang atas Rusia Adalah Fantasi
Minggu, 23 November 2025 - 08:03 WIB
loading...
Bangunan Ukraina hancur dirudal Rusia. Wapres AS JD Vance anggap Ukraina menang perang atas Rusia adalah fantasi. Foto/X/@ZelenskyyUa
A
A
A
WASHINGTON - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) JD Vance membela rencana Washington untuk menyelesaikan perang Rusia-Ukraina. Alasannya, para penentangnya keliru karena menganggap peningkatan tekanan terhadap Rusia dapat mengubah situasi di medan perang.
Pada Jumat lalu, mantan pemimpin Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell, mengeklaim di X bahwa proposal perdamaian yang diajukan pemerintahan Presiden Donald Trump kepada Moskow dan Kyiv awal pekan ini, merupakan "kapitulasi" dan "bencana" bagi kepentingan Amerika.
Senator Jeanne Shaheen, anggota Partai Demokrat paling senior di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengatakan kepada CNN: "Ini adalah rencana [Presiden Rusia Vladimir] Putin untuk Ukraina," dan menegaskan bahwa Gedung Putih seharusnya meningkatkan sanksi sekunder terhadap mitra dagang Rusia dan memasok senjata jarak jauh ke Ukraina.
Baca Juga: Bocoran Proposal Perdamaian AS: Ukraina Harus Relakan Wilayah-wilayahnya yang Direbut Rusia
Vance menulis dalam sebuah unggahan di X pada hari Sabtu, "Setiap kritik terhadap kerangka kerja perdamaian yang sedang disusun pemerintah salah memahami kerangka kerja tersebut atau salah menyatakan beberapa realitas penting di lapangan."
"Ada fantasi bahwa jika kita memberi lebih banyak uang, lebih banyak senjata, atau lebih banyak sanksi, kemenangan sudah di depan mata," tulisnya, yang dikutip Russia Today, Minggu (23/11/2025).
Menurut Wapres Vance, perdamaian antara Moskow dan Kyiv dapat dicapai oleh orang-orang pintar yang hidup di dunia nyata. "Bukan oleh para diplomat atau politisi gagal yang hidup di dunia fantasi," ujarnya.
Rencana AS belum diungkapkan secara resmi, tetapi laporan media-media Amerika mengeklaim bahwa, antara lain, rencana tersebut menyerukan Kyiv untuk merelakan wilayah-wilayahnya yang telah direbut Rusia, mengurangi kekuatan militernya, dan melepaskan aspirasi menjadi anggota NATO dengan imbalan jaminan keamanan Barat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim pada hari Jumat bahwa negaranya kini terpaksa memilih antara menerima "28 poin sulit" dalam proposal tersebut atau risiko kehilangan pendukung utamanya, AS.
Trump kemudian menegaskan bahwa pemimpin Ukraina "harus menyukai" rencana AS atau menghadapi prospek melawan Rusia di tengah musim dingin yang ekstrem.
Menurut Financial Times, Washington telah mengeluarkan ultimatum kepada Kyiv untuk menerima proposalnya paling lambat hari Kamis mendatang.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa rencana AS belum dibahas secara rinci, tetapi mengisyaratkan bahwa rencana tersebut pada akhirnya dapat menjadi dasar penyelesaian damai akhir.
Pada Jumat lalu, mantan pemimpin Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell, mengeklaim di X bahwa proposal perdamaian yang diajukan pemerintahan Presiden Donald Trump kepada Moskow dan Kyiv awal pekan ini, merupakan "kapitulasi" dan "bencana" bagi kepentingan Amerika.
Senator Jeanne Shaheen, anggota Partai Demokrat paling senior di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengatakan kepada CNN: "Ini adalah rencana [Presiden Rusia Vladimir] Putin untuk Ukraina," dan menegaskan bahwa Gedung Putih seharusnya meningkatkan sanksi sekunder terhadap mitra dagang Rusia dan memasok senjata jarak jauh ke Ukraina.
Baca Juga: Bocoran Proposal Perdamaian AS: Ukraina Harus Relakan Wilayah-wilayahnya yang Direbut Rusia
Vance menulis dalam sebuah unggahan di X pada hari Sabtu, "Setiap kritik terhadap kerangka kerja perdamaian yang sedang disusun pemerintah salah memahami kerangka kerja tersebut atau salah menyatakan beberapa realitas penting di lapangan."
"Ada fantasi bahwa jika kita memberi lebih banyak uang, lebih banyak senjata, atau lebih banyak sanksi, kemenangan sudah di depan mata," tulisnya, yang dikutip Russia Today, Minggu (23/11/2025).
Menurut Wapres Vance, perdamaian antara Moskow dan Kyiv dapat dicapai oleh orang-orang pintar yang hidup di dunia nyata. "Bukan oleh para diplomat atau politisi gagal yang hidup di dunia fantasi," ujarnya.
Rencana AS belum diungkapkan secara resmi, tetapi laporan media-media Amerika mengeklaim bahwa, antara lain, rencana tersebut menyerukan Kyiv untuk merelakan wilayah-wilayahnya yang telah direbut Rusia, mengurangi kekuatan militernya, dan melepaskan aspirasi menjadi anggota NATO dengan imbalan jaminan keamanan Barat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim pada hari Jumat bahwa negaranya kini terpaksa memilih antara menerima "28 poin sulit" dalam proposal tersebut atau risiko kehilangan pendukung utamanya, AS.
Trump kemudian menegaskan bahwa pemimpin Ukraina "harus menyukai" rencana AS atau menghadapi prospek melawan Rusia di tengah musim dingin yang ekstrem.
Menurut Financial Times, Washington telah mengeluarkan ultimatum kepada Kyiv untuk menerima proposalnya paling lambat hari Kamis mendatang.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa rencana AS belum dibahas secara rinci, tetapi mengisyaratkan bahwa rencana tersebut pada akhirnya dapat menjadi dasar penyelesaian damai akhir.
(mas)
Lihat Juga :