Kekejaman RSF di El-Fasher: Ratusan Mayat Warga Sipil Dikubur di Kuburan Massal, Lainnya Dibakar
Senin, 10 November 2025 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
"Kejahatan RSF tidak dapat dihapuskan dengan mengubur atau membakar," imbuh kelompok medis Sudan tersebut, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan guna meluncurkan penyelidikan internasional independen atas kekejaman terhadap warga sipil di El-Fasher.
Pada 26 Oktober, RSF merebut kendali El-Fasher, ibu kota Darfur Utara, dan melakukan pembantaian berbasis etnis, menurut organisasi-organisasi lokal dan internasional, di tengah peringatan bahwa serangan tersebut dapat memperkokoh pemisahan geografis negara tersebut.
Sejak 15 April 2023, militer Sudan dan RSF telah terkunci dalam perang saudara yang gagal diakhiri oleh mediasi regional dan internasional. Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi.
Pada akhir bulan lalu, komandan RSF, Mohamed Hamdan Dagalo, telah meminta maaf kepada warga El-Fasher setelah pasukannya melakukan pembantaian massal terhadap warga sipil selama merebut kota tersebut.
Jumlah korban pembantaian RSF di kota El-Fasher dilaporkan telah mencapai lebih dari 2.000 orang.
Dalam pesan video yang dirilis di saluran Telegram-nya—tiga hari setelah RSF merebut kendali El-Fasher, benteng terakhir militer Sudan di wilayah Darfur—Dagalo mengatakan, "Saya meminta maaf kepada rakyat El-Fasher atas bencana yang menimpa mereka."
Pada 26 Oktober, RSF merebut kendali El-Fasher, ibu kota Darfur Utara, dan melakukan pembantaian berbasis etnis, menurut organisasi-organisasi lokal dan internasional, di tengah peringatan bahwa serangan tersebut dapat memperkokoh pemisahan geografis negara tersebut.
Sejak 15 April 2023, militer Sudan dan RSF telah terkunci dalam perang saudara yang gagal diakhiri oleh mediasi regional dan internasional. Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi.
Pada akhir bulan lalu, komandan RSF, Mohamed Hamdan Dagalo, telah meminta maaf kepada warga El-Fasher setelah pasukannya melakukan pembantaian massal terhadap warga sipil selama merebut kota tersebut.
Jumlah korban pembantaian RSF di kota El-Fasher dilaporkan telah mencapai lebih dari 2.000 orang.
Dalam pesan video yang dirilis di saluran Telegram-nya—tiga hari setelah RSF merebut kendali El-Fasher, benteng terakhir militer Sudan di wilayah Darfur—Dagalo mengatakan, "Saya meminta maaf kepada rakyat El-Fasher atas bencana yang menimpa mereka."
Lihat Juga :