Janjikan Gaji Besar, Rusia Rekrut 1.400 Tentara Bayaran Asal Afrika

Sabtu, 08 November 2025 - 21:45 WIB
loading...
A A A
Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan bahwa para pria Afrika Selatan berusia antara 20 dan 39 tahun tersebut dibujuk untuk bergabung dengan pasukan tentara bayaran “dengan dalih kontrak kerja yang menguntungkan” dan telah mengeluarkan panggilan darurat setelah terjebak di wilayah Donbas, Ukraina.

Seorang juru bicara Ramaphosa mengatakan belum jelas di pihak mana para pria tersebut bertempur, tetapi Rusia telah dituduh merekrut pria dari negara lain untuk berperang dengan dalih menawarkan pekerjaan kepada mereka.

Rusia juga dituduh menipu perempuan dari Afrika Selatan dan wilayah Afrika lainnya untuk bekerja di pabrik drone Rusia melalui kampanye media sosial dengan menjanjikan pekerjaan di bidang-bidang seperti katering dan perhotelan.

Kenya juga melaporkan bulan lalu bahwa beberapa warganya telah ditahan di kamp militer Rusia setelah tanpa disadari terjebak dalam konflik tersebut.

Dalam sebuah unggahan di media sosial pada hari Jumat, Presiden Kenya William Ruto mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tentang "anak muda Kenya yang telah direkrut secara ilegal untuk berperang di Ukraina" dan keduanya sepakat untuk "meningkatkan kesadaran akan bahaya dari usaha semacam itu".

Ruto mengatakan ia meminta mitranya dari Ukraina untuk "memfasilitasi pembebasan setiap warga Kenya yang berada dalam tahanan Ukraina" dan bersyukur bahwa Zelenskyy telah menyetujui "permohonan saya".

Menurut Sybiha, jumlah sebenarnya orang Afrika yang direkrut oleh pasukan Rusia dapat melebihi 1.436 yang telah diidentifikasi sejauh ini. Ia menambahkan bahwa sebagian besar pejuang asing yang ditangkap Ukraina ditangkap selama misi tempur pertama mereka, dan Kyiv akan segera merilis detail lebih lanjut tentang asal-usul para rekrutan yang telah ditawan ini.

Para pejabat Ukraina telah lama menuduh Rusia memperkuat barisannya dengan merekrut pejuang dari luar negeri, seringkali menggunakan taktik yang menipu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jejak Penampilan Terbaik...
Jejak Penampilan Terbaik Tim Afrika dalam Sejarah Piala Dunia
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Mencekam! Langit Kanada...
Mencekam! Langit Kanada Berubah Jadi Oranye akibat Kebakaran Hutan Dahsyat
Rekomendasi
Koalisi Advokat Serahkan...
Koalisi Advokat Serahkan Draft RUU Advokat kepada Pemerintah
BPOLBF dan IN-FLORES...
BPOLBF dan IN-FLORES Rumuskan Masa Depan Ekowisata Labuan Bajo
Don Ritto Dilimpahkan...
Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Polisi Serahkan Barang Bukti Kasus Korupsi dan TPPU
Berita Terkini
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Infografis
Gaji Pokok Tentara Pakistan,...
Gaji Pokok Tentara Pakistan, Sersan Rp14 Juta Per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved