AS Pertimbangkan Permintaan Arab Saudi Beli 48 Jet Tempur Siluman F-35

Kamis, 06 November 2025 - 10:45 WIB
loading...
A A A
Dorongan baru kerajaan untuk mendapatkan apa yang akan menjadi dua skuadron muncul ketika pemerintahan Trump mengisyaratkan keterbukaan untuk memperdalam kerja sama pertahanan dengan Riyadh. Angkatan Udara Arab Saudi menerbangkan berbagai pesawat tempur, termasuk Boeing F-15, Tornado Eropa, dan Typhoon.

Isu F-35 juga telah terjalin dengan upaya diplomatik yang lebih luas. Pemerintahan Joe Biden sebelumnya menjajaki penyediaan F-35 ke Arab Saudi sebagai bagian dari kesepakatan komprehensif yang akan mencakup normalisasi hubungan Riyadh dengan Israel, meskipun upaya tersebut akhirnya terhenti.

Trump telah memprioritaskan penjualan senjata ke Arab Saudi sejak kembali menjabat. Pada bulan Mei, Amerika Serikat setuju untuk menjual paket senjata senilai hampir USD142 miliar kepada kerajaan tersebut, yang disebut Gedung Putih sebagai "perjanjian kerja sama pertahanan terbesar" yang pernah dilakukan Washington.

Pengawasan Kongres juga dapat menimbulkan tantangan bagi penjualan F-35. Para anggota Parlemen sebelumnya mempertanyakan kesepakatan senjata dengan Riyadh setelah pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi pada tahun 2018, dan beberapa anggota Kongres tetap waspada untuk memperdalam kerja sama militer dengan kerajaan tersebut.

Potensi penjualan ini juga terjadi di saat Arab Saudi mengejar ambisi ekonomi dan militer yang ambisius. Rencana modernisasi ini di bawah agenda Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Kerajaan itu telah berupaya mendiversifikasi kemitraan pertahanannya dalam beberapa tahun terakhir sambil mempertahankan hubungan keamanan yang telah terjalin selama puluhan tahun dengan Washington.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Fosil T-Rex Gus Terjual...
Fosil T-Rex Gus Terjual Rp902 Miliar, Jadi Fosil Dinosaurus Termahal dalam Lelang
Rekomendasi
Pendaftaran Calon Bintara...
Pendaftaran Calon Bintara PK Pria TNI AL 2026 Kembali Dibuka, Lulusan SMA-D3 Bisa Daftar
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved