El-Fasher Jatuh ke Tangan RSF, Ribuan Warga Sipil Sudan Berada dalam Bahaya Besar

Minggu, 02 November 2025 - 07:41 WIB
loading...
A A A
"Indikator bahwa pembunuhan massal terus berlanjut terlihat jelas," kata laboratorium tersebut.

Dalam sebuah konferensi di Bahrain pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan, "Sudan adalah situasi yang benar-benar apokaliptik, krisis kemanusiaan terbesar di dunia."

"RSF telah berjanji untuk melindungi warga sipil dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakan-tindakan ini," ujarnya.

Berbicara di acara yang sama, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper juga menggambarkan pelanggaran yang dilaporkan sebagai "sungguh mengerikan."

"Kekejaman, eksekusi massal, kelaparan, dan penggunaan pemerkosaan yang menghancurkan sebagai senjata perang, dengan perempuan dan anak-anak menanggung beban krisis kemanusiaan terbesar di abad ke-21," ujarnya.

RSF mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menangkap beberapa milisi yang dituduh melakukan pelanggaran selama perebutan El-Fasher, tetapi kepala kemanusiaan PBB Tom Fletcher mempertanyakan komitmen kelompok itu untuk menyelidiki kekejaman tersebut.

Merebut El-Fasher memberi RSF kendali penuh atas kelima ibu kota negara bagian di Darfur, yang secara efektif membagi Sudan di sepanjang poros timur-barat, dengan tentara pemerintah mengendalikan wilayah utara, timur, dan tengah.

Para pejabat PBB telah memperingatkan bahwa kekerasan kini menyebar ke wilayah tetangga Kordofan, dengan laporan yang muncul tentang "kekejaman berskala besar yang dilakukan oleh RSF."

Konflik yang lebih luas telah menewaskan puluhan ribu orang, membuat hampir 12 juta orang mengungsi, dan menciptakan krisis pengungsian dan kelaparan terbesar di dunia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Surati 'Sheikh Mata-mata' UEA soal Yaman dan Sudan
Laporan Investigasi:...
Laporan Investigasi: Tentara Bayaran Kolombia Gabung RSF dalam Perang Sudan, Digaji UEA
Sudan dan Palestina...
Sudan dan Palestina Jadi Negara Paling Rawan Konflik pada 2026, Apa Pemicunya?
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang, Salah Satunya Disebut Konflik Abadi
Terima Dubes Yassir...
Terima Dubes Yassir Mohamed, Baznas Perkuat Sinergi Bantuan Kemanusiaan untuk Sudan
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Tegaskan Pelimpahan...
Tegaskan Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri Sah, Jamwas Kejagung: Pernah Dilakukan di Perkara Asabri
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Infografis
Dunia dalam Bahaya!...
Dunia dalam Bahaya! Senjata Nuklir Negara Besar Meningkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved