Venezuela Marah Didekati Kapal Perang AS, Menyebutnya Provokasi Perang

Senin, 27 Oktober 2025 - 10:12 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Maduro mengeklaim bahwa para tentara bayaran diduga melakukan serangan "bendera palsu" yang bertujuan memprovokasi perang besar-besaran, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Venezuela secara rutin mengeklaim telah menangkap tentara bayaran yang didukung AS yang bekerja untuk mengganggu stabilitas pemerintahan Maduro.

USS Gravely adalah salah satu dari beberapa kapal perang yang dikerahkan Washington ke Karibia pada bulan Agustus sebagai bagian dari kampanye antinarkoba yang dianggap Venezuela sebagai kedok untuk menggulingkan Maduro, yang kemenangan pemilu-nya ditolak Washington karena dianggap curang.

Ketegangan meningkat tajam pada hari Jumat, ketika Pentagon juga memerintahkan pengerahan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, ke wilayah tersebut.

Pasukan AS telah meledakkan setidaknya 10 kapal yang mereka klaim menyelundupkan narkotika, menewaskan sedikitnya 43 orang, sejak September.

Ketegangan ini telah menarik perhatian Presiden Kolombia Gustavo Petro, seorang kritikus tajam serangan Amerika yang dijatuhi sanksi oleh Washington pada hari Jumat karena diduga membiarkan produksi narkoba merajalela.

Caracas menuduh Trinidad dan Tobago—negara pulau kembar yang santai dengan penduduk 1,4 juta jiwa yang Perdana Menterinya Kamla Persad-Bissessar sangat kritis terhadap Maduro—bertindak sebagai “kapal induk AS.”

Di Port of Spain, beberapa orang menyambut baik dukungan pemerintah terhadap kampanye militer Trump, tetapi yang lain khawatir akan terjebak dalam konflik regional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
Menchi Katsu hingga...
Menchi Katsu hingga Takoyaki, Aneka Street Food Jepang Hadir Serentak di 138 Hotel
Berita Terkini
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved