Arab Saudi Ingin Bantu Lucuti Senjata Hamas dan Danai Otoritas Palestina
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Perjanjian gencatan senjata, yang ditegaskan Trump akan mengakhiri perang di Gaza, diwarnai pertukaran tahanan dan penarikan sebagian pasukan Israel.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Hamas diharapkan melucuti senjata, yang menurut para pejabat gerakan tersebut hanya akan terjadi ketika pendudukan Israel berakhir dan berdirinya negara Palestina yang merdeka.
Trump bertemu dengan para pemimpin beberapa negara Arab dan mayoritas Muslim di sela-sela Sidang Umum PBB pada bulan September untuk membahas negosiasi gencatan senjata.
Menurut sumber keamanan senior Mesir, Trump meminta semua negara yang hadir - Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir - untuk menyumbangkan pasukan bagi pasukan penjaga perdamaian internasional.
Setelah gencatan senjata dimulai, Trump mengumpulkan para pemimpin dunia di Sharm el-Sheikh, Mesir, untuk pertemuan puncak yang membahas masa depan Gaza.
Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, dan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, tampak absen.
Sumber-sumber Mesir, Saudi, dan Emirat mengatakan kepada MEE bahwa ketidakhadiran mereka mencerminkan rasa kesal karena mereka tidak memainkan peran penting dalam perjanjian tersebut sebagaimana yang mereka inginkan.
Sebagai negara terkaya di kawasan itu, Arab Saudi dan UEA diperkirakan akan menanggung sebagian besar bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza.
Baca juga: Bertemu Netanyahu, Wapres AS Vance Sampaikan Pesan Tegas Trump untuk PM Israel
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Hamas diharapkan melucuti senjata, yang menurut para pejabat gerakan tersebut hanya akan terjadi ketika pendudukan Israel berakhir dan berdirinya negara Palestina yang merdeka.
Trump bertemu dengan para pemimpin beberapa negara Arab dan mayoritas Muslim di sela-sela Sidang Umum PBB pada bulan September untuk membahas negosiasi gencatan senjata.
Menurut sumber keamanan senior Mesir, Trump meminta semua negara yang hadir - Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir - untuk menyumbangkan pasukan bagi pasukan penjaga perdamaian internasional.
Setelah gencatan senjata dimulai, Trump mengumpulkan para pemimpin dunia di Sharm el-Sheikh, Mesir, untuk pertemuan puncak yang membahas masa depan Gaza.
Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, dan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, tampak absen.
Sumber-sumber Mesir, Saudi, dan Emirat mengatakan kepada MEE bahwa ketidakhadiran mereka mencerminkan rasa kesal karena mereka tidak memainkan peran penting dalam perjanjian tersebut sebagaimana yang mereka inginkan.
Sebagai negara terkaya di kawasan itu, Arab Saudi dan UEA diperkirakan akan menanggung sebagian besar bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza.
Baca juga: Bertemu Netanyahu, Wapres AS Vance Sampaikan Pesan Tegas Trump untuk PM Israel
(sya)
Lihat Juga :