Arab Saudi Ingin Bantu Lucuti Senjata Hamas dan Danai Otoritas Palestina
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dokumen tersebut, Arab Saudi mengupayakan reformasi kelembagaan Otoritas Palestina untuk memerangi korupsi, meningkatkan efisiensi, dan memastikan representasi yang lebih baik dari semua faksi Palestina.
“Mereformasi Otoritas merupakan pilar fundamental untuk mencapai persatuan nasional dan memastikan pemerintahan yang efektif dan transparan,” ungkap laporan tersebut.
Dokumen tersebut menyatakan Arab Saudi akan memberikan dukungan finansial dan teknis untuk membantu Otoritas Palestina menyediakan layanan-layanan penting bagi rakyat Palestina.
Namun, tidak disebutkan berapa banyak dana yang akan disumbangkannya.
Laporan tersebut juga menyerukan dialog nasional Palestina “untuk mengintegrasikan faksi-faksi di bawah naungan Otoritas Palestina, sehingga meningkatkan kohesi nasional.”
Disebutkan, kerajaan akan menyelenggarakan “lokakarya dan konferensi regional” untuk mendukung dialog tersebut.
Tidak disebutkan apakah Hamas akan diikutsertakan. Israel sama sekali tidak disebutkan di seluruh dokumen.
Laporan tersebut tertanggal 29 September, sehari setelah Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyerukan tindakan internasional segera untuk menghentikan genosida Israel di Gaza.
Selama musim panas, Arab Saudi dan Prancis mendorong penyelesaian di Gaza yang akan mengakhiri genosida, yang telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina, menempatkan pasukan keamanan internasional di wilayah kantong tersebut, dan membangun dialog Israel-Palestina.
Meskipun pada akhirnya Presiden AS Donald Trump memaksakan kesepakatan gencatan senjatanya sendiri pada awal Oktober, dengan bantuan beberapa negara Timur Tengah, banyak elemen dari proposal Saudi-Prancis tampaknya telah dimasukkan.
“Mereformasi Otoritas merupakan pilar fundamental untuk mencapai persatuan nasional dan memastikan pemerintahan yang efektif dan transparan,” ungkap laporan tersebut.
Dokumen tersebut menyatakan Arab Saudi akan memberikan dukungan finansial dan teknis untuk membantu Otoritas Palestina menyediakan layanan-layanan penting bagi rakyat Palestina.
Namun, tidak disebutkan berapa banyak dana yang akan disumbangkannya.
Laporan tersebut juga menyerukan dialog nasional Palestina “untuk mengintegrasikan faksi-faksi di bawah naungan Otoritas Palestina, sehingga meningkatkan kohesi nasional.”
Disebutkan, kerajaan akan menyelenggarakan “lokakarya dan konferensi regional” untuk mendukung dialog tersebut.
Tidak disebutkan apakah Hamas akan diikutsertakan. Israel sama sekali tidak disebutkan di seluruh dokumen.
Dorongan Diplomatik
Laporan tersebut tertanggal 29 September, sehari setelah Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyerukan tindakan internasional segera untuk menghentikan genosida Israel di Gaza.
Selama musim panas, Arab Saudi dan Prancis mendorong penyelesaian di Gaza yang akan mengakhiri genosida, yang telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina, menempatkan pasukan keamanan internasional di wilayah kantong tersebut, dan membangun dialog Israel-Palestina.
Meskipun pada akhirnya Presiden AS Donald Trump memaksakan kesepakatan gencatan senjatanya sendiri pada awal Oktober, dengan bantuan beberapa negara Timur Tengah, banyak elemen dari proposal Saudi-Prancis tampaknya telah dimasukkan.
Lihat Juga :