Setelah Kecam PBB, Trump akan Minta Mandat Pasukan Internasional di Gaza
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa operasi penjaga perdamaian dijalankan secara eksplisit oleh PBB. Pasukan yang berpartisipasi di dalamnya dijuluki "helm biru", sebagai penghormatan kepada warna lambang organisasi internasional tersebut.
Pasukan penjaga perdamaian PBB telah beroperasi dalam 61 misi sepanjang sejarah dan saat ini dikerahkan dalam 11 misi yang sedang berlangsung.
Beberapa misi yang paling menonjol adalah di Bosnia pada awal 1990-an, beberapa kali di Haiti dari tahun 1990-an hingga 2019, dan saat ini mereka berada di Lebanon selatan.
Pasukan stabilisasi internasional yang dikerahkan ke Gaza akan serupa dengan yang beroperasi di Haiti.
Pasukan yang memerangi kelompok bersenjata di sana dipimpin oleh Kenya dan didukung AS. Meskipun memiliki mandat Dewan Keamanan PBB, komando dan kendalinya tidak melapor kepada Sekretaris Jenderal PBB.
Para diplomat Arab dan Barat yang berbicara dengan MEE sebelumnya mengatakan mereka yakin mendapatkan mandat dapat dicapai.
"China dan Rusia memiliki hak veto, tetapi fakta bahwa begitu banyak negara Arab dan Muslim menginginkan persetujuan PBB membuat kecil kemungkinan mereka memutuskan untuk bertindak sebagai pengganggu," ujar seorang diplomat Barat di kawasan tersebut kepada MEE.
Baca juga: Bertemu Netanyahu, Wapres AS Vance Sampaikan Pesan Tegas Trump untuk PM Israel
Pasukan penjaga perdamaian PBB telah beroperasi dalam 61 misi sepanjang sejarah dan saat ini dikerahkan dalam 11 misi yang sedang berlangsung.
Beberapa misi yang paling menonjol adalah di Bosnia pada awal 1990-an, beberapa kali di Haiti dari tahun 1990-an hingga 2019, dan saat ini mereka berada di Lebanon selatan.
Pasukan stabilisasi internasional yang dikerahkan ke Gaza akan serupa dengan yang beroperasi di Haiti.
Pasukan yang memerangi kelompok bersenjata di sana dipimpin oleh Kenya dan didukung AS. Meskipun memiliki mandat Dewan Keamanan PBB, komando dan kendalinya tidak melapor kepada Sekretaris Jenderal PBB.
Para diplomat Arab dan Barat yang berbicara dengan MEE sebelumnya mengatakan mereka yakin mendapatkan mandat dapat dicapai.
"China dan Rusia memiliki hak veto, tetapi fakta bahwa begitu banyak negara Arab dan Muslim menginginkan persetujuan PBB membuat kecil kemungkinan mereka memutuskan untuk bertindak sebagai pengganggu," ujar seorang diplomat Barat di kawasan tersebut kepada MEE.
Baca juga: Bertemu Netanyahu, Wapres AS Vance Sampaikan Pesan Tegas Trump untuk PM Israel
(sya)
Lihat Juga :