Setelah Kecam PBB, Trump akan Minta Mandat Pasukan Internasional di Gaza

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 17:16 WIB
loading...
A A A
Awal tahun ini, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi kepada pelapor khusus PBB untuk Israel dan Palestina, Francesca Albanese.

Rubio menuduh pelapor PBB tersebut melakukan "penghinaan terbuka" terhadap AS, Israel, dan "Barat."

Pemerintahan Trump juga menangguhkan pendanaan untuk badan PBB untuk Pengungsi Palestina dan menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Di Gaza, AS bekerja sama dengan Israel untuk mendorong Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang telah lama didiskreditkan untuk mengambil alih distribusi bantuan di Gaza.

Tentara bayaran AS yang bertugas di lokasi bantuan GHF dituduh menyerang warga Palestina yang kelaparan.

Trump terpaksa membatalkan program GHF untuk Gaza dalam rencana gencatan senjata, yang secara eksplisit mengakui PBB dan badan-badannya mendistribusikan bantuan di Gaza. Langkah ini tampaknya dilakukan atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim.

Sekarang, hal yang sama tampaknya terjadi dengan pasukan internasional yang ingin dikerahkan Trump ke Gaza.

“Beberapa negara ini akan membutuhkan mandat internasional agar dapat mengirim pasukan ke luar negeri,” ujar Rubio pada hari Kamis sebelum berangkat ke Israel.

Para ahli mengatakan negara-negara Arab dan Muslim menginginkan persetujuan PBB untuk mendapatkan legitimasi dari penduduk mereka dan warga Palestina di Gaza.

"Agar pasukan tersebut dianggap sah oleh Palestina, pasukan tersebut tidak boleh dianggap dikontrak oleh Israel," ujar Jean Marie Guehenno, mantan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Penjaga Perdamaian, yang kini bekerja di Universitas Columbia, kepada MEE.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Jangan Asal Makan Sebelum...
Jangan Asal Makan Sebelum Olahraga, Ini Waktu yang Dianjurkan agar Tubuh Lebih Bertenaga
Terungkap! Ini Alasan...
Terungkap! Ini Alasan Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
Berita Terkini
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinvus Triliunan Virus
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved