Setelah Kecam PBB, Trump akan Minta Mandat Pasukan Internasional di Gaza

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 17:16 WIB
loading...
Setelah Kecam PBB, Trump...
Warga mengungsi akibat serangan Israel di Jalur Gaza. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengakui mungkin perlu meminta mandat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagi pasukan stabilisasi internasional untuk memasuki Gaza. Langkah ini agak membingungkan setelah antipati pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap organisasi internasional tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, “AS sedang dalam proses membangun pusat koordinasi sipil-militer untuk memantau gencatan senjata Gaza dan kemudian akan mempertimbangkan untuk berpotensi pergi ke PBB dan mendapatkan mandat internasional, membangun pasukan keamanan pertahanan internasional."

Rencana gencatan senjata 20 poin Presiden AS Donald Trump untuk Gaza membayangkan pengerahan pasukan internasional Arab dan Muslim ke wilayah kantong tersebut.

Para pejabat AS mengatakan mereka sedang berdiskusi dengan Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Yordania, Indonesia, dan Azerbaijan tentang kontribusi terhadap pasukan tersebut.

Middle East Eye telah melaporkan Mesir, secara publik dan tertutup, telah melobi untuk mandat PBB.

Mesir juga telah meminta pasukan AS dikerahkan ke wilayah kantong tersebut dengan harapan hal itu akan mencegah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Wakil Presiden AS JD Vance menepis kemungkinan tersebut pekan ini.

Upaya pemerintahan Trump mendapatkan mandat PBB akan sarat ironi, mengingat permusuhannya terhadap organisasi tersebut, terutama terkait konflik Israel-Palestina dan perang di Gaza.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB sebelumnya, Trump mengejek PBB, dengan mengatakan PBB menggunakan "kata-kata kosong" yang "tidak menyelesaikan perang".

Ketika eskalator yang membawa Trump ke aula Majelis Umum berhenti berfungsi, presiden AS menuduh badan tersebut melakukan "sabotase" dan pemerintahannya mengancam akan menyelidiki kerusakan mekanis eskalator tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Pasukan Israel Usir...
Pasukan Israel Usir Pasien dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved