Ulama Terkemuka dan Oposisi Bahrain Tegaskan Tolak Normalisasi dengan Israel

Senin, 14 September 2020 - 02:50 WIB
loading...
Ulama Terkemuka dan...
Kelompok oposisi dan ulama Syiah terkemuka Bahrain mengaku menolak keputusan Manama untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Foto/Ist
A A A
MANAMA - Kelompok oposisi dan ulama Syiah terkemuka Bahrain mengaku menolak keputusan Manama untuk menormalisasi hubungan dengan Israel . Mereka kemudian menyerukan masyarakat Bahrain untuk melawan keputusan tersebut.

"Ada perbedaan besar antara penguasa dan yang dikuasai dalam pemikiran, pikiran, tujuan, dan kepentingan. Pemerintah mengalami kekalahan psikologis dan ingin memaksakannya pada rakyat, dan rakyat harus melawan kekalahan ini," ucap Ayatollah Sheikh Isa Qassim. ( Baca juga: Kelompok Rahasia Tangkap Perwira Mossad di Lebanon, Tuntut Tebusan ke Israel )

Sejumlah kelompok asosiasi politik dan masyarakat sipil Bahrain, termasuk Asosiasi Pengacara Bahrain dalam sebuah pernyataan bersama juga menyatakan menolak kesepakatan tersebut.

"Apa hasil dari normalisasi tidak akan menikmati dukungan populer, sejalan dengan generasi Bahrain yang telah dibesarkan dalam hal kepatuhan pada perjuangan Palestina," kata pernyataan itu, seperti dilansir Reuters pada Senin (14/9/2020).

Sementara itu, kepala pengadilan tertinggi Bahrain dilaporkan telah memerintahkan pegawai pengadilan untuk tidak mengkritik kebijakan pemerintah atau mengungkapkan pendapat yang merusak persatuan nasional. ( Baca juga: Pandemi Covid 19, SDA Jakbar Tetap Normalisai Kali )

Warga Bahrain sendiri telah mengkritik keterlibatan pemerintah mereka dengan Israel, termasuk konferensi di Manama untuk meluncurkan bagian ekonomi dari kesepakatan abad ini bentukan Amerika Serikat (AS) senilai USD 50 miliar, yang dilangsungkan tahun lalu.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Berita Terkini
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved