Krisis Politik Makin Mendalam, Macron Makin Terisolasi
Rabu, 08 Oktober 2025 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain spektrum politik, para pemimpin sayap kiri ekstrem France Unbowed (LFI) Mathilde Panot dan Manuel Bompard juga menolak menghadiri pertemuan dengan perdana menteri yang akan lengser.
Perkembangan terbaru menggarisbawahi posisi presiden yang semakin terisolasi, bahkan di antara para sekutunya.
Baca Juga: 10 Prediksi Kuno yang Menjadi Kenyataan, Salah Satunya Zaman Perubahan pada 2012
"Setelah serangkaian perdana menteri baru, saatnya untuk mencoba hal lain," ujar Attal kepada penyiar TF1. "Terjadi pembubaran [parlemen]. Sejak itu, muncul keputusan-keputusan yang memberi kesan tekad untuk mempertahankan kendali."
Mantan PM Édouard Philippe, kepala pemerintahan pertama Macron setelah kemenangannya pada tahun 2017, juga menjauhkan diri dari presiden, menandakan terkikisnya aliansi sentris Macron yang dulunya kuat.
Daftar kabinet tersebut, yang mencakup banyak wajah familiar dari pemerintahan pendahulunya yang digulingkan, François Bayrou, menuai kritik tajam, bahkan dari sekutu Macron.
Bruno Retailleau, pemimpin partai konservatif Les Républicains dan menteri dalam negeri Macron, mengeluhkan pilihan Lecornu dan mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat senior partainya.
Perkembangan terbaru menggarisbawahi posisi presiden yang semakin terisolasi, bahkan di antara para sekutunya.
Baca Juga: 10 Prediksi Kuno yang Menjadi Kenyataan, Salah Satunya Zaman Perubahan pada 2012
2. Diserang Mantan Sekutunya
Pada Senin malam, Gabriel Attal, mantan perdana menteri dan sekutu lama Macron, menyatakan rasa frustrasinya secara terbuka terhadap keputusan presiden."Setelah serangkaian perdana menteri baru, saatnya untuk mencoba hal lain," ujar Attal kepada penyiar TF1. "Terjadi pembubaran [parlemen]. Sejak itu, muncul keputusan-keputusan yang memberi kesan tekad untuk mempertahankan kendali."
Mantan PM Édouard Philippe, kepala pemerintahan pertama Macron setelah kemenangannya pada tahun 2017, juga menjauhkan diri dari presiden, menandakan terkikisnya aliansi sentris Macron yang dulunya kuat.
3. Pemerintahan Makin Terpuruk
Pengunduran diri Lecornu terjadi hanya sehari setelah mengumumkan Kabinet baru yang beranggotakan 18 orang pada Minggu malam.Daftar kabinet tersebut, yang mencakup banyak wajah familiar dari pemerintahan pendahulunya yang digulingkan, François Bayrou, menuai kritik tajam, bahkan dari sekutu Macron.
Bruno Retailleau, pemimpin partai konservatif Les Républicains dan menteri dalam negeri Macron, mengeluhkan pilihan Lecornu dan mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat senior partainya.
Lihat Juga :