Serangan 11 September, Pengadilan AS Panggil Pangeran Arab Saudi

Sabtu, 12 September 2020 - 20:50 WIB
loading...
A A A
Hasil investigasi independen yang dilakukan keluarga para korban mengarah pada perkembangan investigasi tidak langsung yang mengungkapkan bahwa dua pelaku, Khaled al-Mihdhar dan Nawaf al-Hazmi, telah menerima dukungan finansial dan pelaku lainnya dari individu yang terkait dengan pemerintah Saudi setelah kedatangan mereka di AS.

“Keputusan pengadilan ini merupakan titik balik dalam kemajuan kasus ini, karena itu adalah penilaian terpenting yang kami peroleh sejauh ini dalam kasus ini, terutama yang mendahului hari peringatan peristiwa 11/9," kata juru bicara keluarga para korban, Brett Eagleson.

Pengacara yang mewakili pihak Saudi dalam kasus tersebut tidak menanggapi permintaan komentar dan tidak ada bukti yang muncul dalam kasus ini bahwa Bandar memiliki pengetahuan tentang mereka yang melakukan serangan tersebut.

Namun, Bandar, selama masa jabatannya yang panjang di Washington yang berlangsung dari tahun 1983 hingga 2005, mengawasi sejumlah besar staf kedutaan. Beberapa dari mereka, terutama mereka yang didakwa dengan terkait Islam, diidentifikasi dalam dokumen yang baru-baru ini diungkapkan oleh Biro Investigasi Federal (FBI) AS sebagai tersangka yang memberikan dukungan potensial kepada para pelaku penyerangan di AS.

Menurut Yahoo News pada Mei 2020, dokumen FBI menunjukkan bahwa seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Saudi yang bekerja di Kedutaan Besar Saudi, asisten diplomat Saudi Ahmed al-Jarrah, sering melakukan kontak dengan dua tokoh kunci yang diduga terlibat dalam penerbitan pedoman untuk membantu penculik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Trump Dilaporkan Dukung...
Trump Dilaporkan Dukung Presiden FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB, Gantikan Guterres
Rekomendasi
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved